Indikator
Untuk mengukur kemajuan kegiatan pada setiap tatanan yang dipilih masyarakat diperlukan indikator yang merupakan alat bagi semua pihak yang ikut terlibatdapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya.
Tiap daerah dapat memilih, menetapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka untuk memenuhi indikator tersebut dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi masing-masing kabupaten bersangkutan.
Penilaian indikator untuk mengetahui pencapaian kegiatan dari segi jangkauan dan output. Sumber data untuk menilai keberhasilan ini adalah daftar masalah yang dapat diatasi. Pemilihan indikator hendaknya memperhatikan hal berikut:
1. Tiap daerah memilih indikator yang disepakati bersama Pemerintah Daerah, tiap tahun sasaran dan indikator berkembang sesuai kondisi yang ada
2. Forkahat bersama Pemda memilih besaran indikator sesuai kapasitasnya
3. Pencapaian pendekatan Kabupaten Sehat tergantung kemampuan masing-masing daerah
4. Indikator proses adalah cara mengukur seberapa jauh langkah Kabupaten Sehat sudah dilaksanakan di masing-masing daerah:
5. Indikator output adalah pencapain sasaran kegiatan yang telah disepakati masyarakat
6. Indikator gerakan masyarakat antaranya ditunjukkan dengan adanya program percontohan, dana berputar, keterlibatan forum dan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan sektor, adanya kegiatan penyuluhan rutin/penyebarluasan informasi melalui media massa/pembuatan media (poster, leaflet, kesenian tradisional dll) atau pertemuan/seminar/workshop dll. atau Forum menyampaikan konsep pemecahan masalah kepada Pemerintah Daerah/sektor tentang masalah yang disepakati.
Secara garis besar ada 3 Indikator:
I. Indikator Pokok
1. Belajar 9 tahun
2. Angka Melek huruf
3. Pendapatan perkapita domestic
4. Angka kematian bayi per-1000 kelahiran hidup
5. Angka kematian balita per-1000 kelahiran hidup
6. Angka Kematian Ibu melahirkan per 100-000 kelahiran hidup
7. Adanya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)
8. Adanya program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin
II. Indikator Umum
1. Adanya dukungan Pemda
2. Adanya program pendukung di sector
3. Berfungsinya Tim Pembina Kabupaten dan Kecamatan
4. Berfungsinya Forkahat
5. Adanya Sekretariat Forum
6. Berfungsinya FKD
7. Berfungsinya Pokja
8. Adanya kesepakatan masyarakat dan pemda tentang pilihan tatanan dan kegiatan
9. Adanya perencanaan forum yang disepakati masyarakat dan pemda
10. Adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat melalui Forkahat/FKD/Pokja
III. Indikator Khusus
Tatanan terpilih disertai dengan indikator dari masing-masing tatanan tersebut. Pada tahun 2010, Kabupaten Bulungan mengangkat 6 tatanan sehat untuk diverifikasi.
A. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
B. Ketahanan Pangan dan Gizi
C. Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mendiri
D. Kehidupan Sosial Sehat
E. Pertambangan Sehat
F. Pariwisata Sehat
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Sehat. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Juli 2010
Klasifikasi dan Kriteria Kabupaten Sehat
Klasifikasi dan Kriteria
Tiap dua tahun sekali, Kabupaten/Kota Sehat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diberikan penghargaan Swasti Saba. Penghargaan tersebut dapat diklasifikasikan atas 3 kategori:
1. Padapa: Kabupaten/kota sehat pada taraf pemantapan.
a. Minimal 2 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 51-60% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 51-60% dari semua kegiatan termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap kegiatan dapat dipilih minimal satu indikator program (fisik atau sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
2. Wiwerda: Kabupaten/kota sehat pada taraf pembinaan.
a. Memilih 3-4 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 61-70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 61-70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
3. Wistara: Kabupaten/kota sehat pada taraf pengembangan.
a. Memilih 5 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
Tiap dua tahun sekali, Kabupaten/Kota Sehat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diberikan penghargaan Swasti Saba. Penghargaan tersebut dapat diklasifikasikan atas 3 kategori:
1. Padapa: Kabupaten/kota sehat pada taraf pemantapan.
a. Minimal 2 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 51-60% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 51-60% dari semua kegiatan termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap kegiatan dapat dipilih minimal satu indikator program (fisik atau sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
2. Wiwerda: Kabupaten/kota sehat pada taraf pembinaan.
a. Memilih 3-4 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 61-70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 61-70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
3. Wistara: Kabupaten/kota sehat pada taraf pengembangan.
a. Memilih 5 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Kabupaten Sehat,
Padapa,
Swasti Saba,
Wistara,
Wiwerda
Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan Kabupaten Sehat
Tujuan Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
Tercapainya kondisi Kabupaten untuk hidup deng bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksanaya berbagai program kesehatan dan sector lain sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
Sasaran Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
1. Terlaksananya Program Kesehatan dan sector terkati yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan Forum yang disepakati masyarakat
2. Terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik
3. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di Kabupaten tersebut secara mandiri
4. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat melnjadi lebih baik.
Tercapainya kondisi Kabupaten untuk hidup deng bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksanaya berbagai program kesehatan dan sector lain sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
Sasaran Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
1. Terlaksananya Program Kesehatan dan sector terkati yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan Forum yang disepakati masyarakat
2. Terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik
3. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di Kabupaten tersebut secara mandiri
4. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat melnjadi lebih baik.
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Kabupaten,
Kabupaten Sehat
Langganan:
Postingan (Atom)
