Selasa, 10 Agustus 2010
Sabtu, 10 Juli 2010
Indikator Penilaian Kabupaten Sehat
Indikator
Untuk mengukur kemajuan kegiatan pada setiap tatanan yang dipilih masyarakat diperlukan indikator yang merupakan alat bagi semua pihak yang ikut terlibatdapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya.
Tiap daerah dapat memilih, menetapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka untuk memenuhi indikator tersebut dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi masing-masing kabupaten bersangkutan.
Penilaian indikator untuk mengetahui pencapaian kegiatan dari segi jangkauan dan output. Sumber data untuk menilai keberhasilan ini adalah daftar masalah yang dapat diatasi. Pemilihan indikator hendaknya memperhatikan hal berikut:
1. Tiap daerah memilih indikator yang disepakati bersama Pemerintah Daerah, tiap tahun sasaran dan indikator berkembang sesuai kondisi yang ada
2. Forkahat bersama Pemda memilih besaran indikator sesuai kapasitasnya
3. Pencapaian pendekatan Kabupaten Sehat tergantung kemampuan masing-masing daerah
4. Indikator proses adalah cara mengukur seberapa jauh langkah Kabupaten Sehat sudah dilaksanakan di masing-masing daerah:
5. Indikator output adalah pencapain sasaran kegiatan yang telah disepakati masyarakat
6. Indikator gerakan masyarakat antaranya ditunjukkan dengan adanya program percontohan, dana berputar, keterlibatan forum dan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan sektor, adanya kegiatan penyuluhan rutin/penyebarluasan informasi melalui media massa/pembuatan media (poster, leaflet, kesenian tradisional dll) atau pertemuan/seminar/workshop dll. atau Forum menyampaikan konsep pemecahan masalah kepada Pemerintah Daerah/sektor tentang masalah yang disepakati.
Secara garis besar ada 3 Indikator:
I. Indikator Pokok
1. Belajar 9 tahun
2. Angka Melek huruf
3. Pendapatan perkapita domestic
4. Angka kematian bayi per-1000 kelahiran hidup
5. Angka kematian balita per-1000 kelahiran hidup
6. Angka Kematian Ibu melahirkan per 100-000 kelahiran hidup
7. Adanya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)
8. Adanya program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin
II. Indikator Umum
1. Adanya dukungan Pemda
2. Adanya program pendukung di sector
3. Berfungsinya Tim Pembina Kabupaten dan Kecamatan
4. Berfungsinya Forkahat
5. Adanya Sekretariat Forum
6. Berfungsinya FKD
7. Berfungsinya Pokja
8. Adanya kesepakatan masyarakat dan pemda tentang pilihan tatanan dan kegiatan
9. Adanya perencanaan forum yang disepakati masyarakat dan pemda
10. Adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat melalui Forkahat/FKD/Pokja
III. Indikator Khusus
Tatanan terpilih disertai dengan indikator dari masing-masing tatanan tersebut. Pada tahun 2010, Kabupaten Bulungan mengangkat 6 tatanan sehat untuk diverifikasi.
A. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
B. Ketahanan Pangan dan Gizi
C. Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mendiri
D. Kehidupan Sosial Sehat
E. Pertambangan Sehat
F. Pariwisata Sehat
Untuk mengukur kemajuan kegiatan pada setiap tatanan yang dipilih masyarakat diperlukan indikator yang merupakan alat bagi semua pihak yang ikut terlibatdapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya.
Tiap daerah dapat memilih, menetapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka untuk memenuhi indikator tersebut dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi masing-masing kabupaten bersangkutan.
Penilaian indikator untuk mengetahui pencapaian kegiatan dari segi jangkauan dan output. Sumber data untuk menilai keberhasilan ini adalah daftar masalah yang dapat diatasi. Pemilihan indikator hendaknya memperhatikan hal berikut:
1. Tiap daerah memilih indikator yang disepakati bersama Pemerintah Daerah, tiap tahun sasaran dan indikator berkembang sesuai kondisi yang ada
2. Forkahat bersama Pemda memilih besaran indikator sesuai kapasitasnya
3. Pencapaian pendekatan Kabupaten Sehat tergantung kemampuan masing-masing daerah
4. Indikator proses adalah cara mengukur seberapa jauh langkah Kabupaten Sehat sudah dilaksanakan di masing-masing daerah:
5. Indikator output adalah pencapain sasaran kegiatan yang telah disepakati masyarakat
6. Indikator gerakan masyarakat antaranya ditunjukkan dengan adanya program percontohan, dana berputar, keterlibatan forum dan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan sektor, adanya kegiatan penyuluhan rutin/penyebarluasan informasi melalui media massa/pembuatan media (poster, leaflet, kesenian tradisional dll) atau pertemuan/seminar/workshop dll. atau Forum menyampaikan konsep pemecahan masalah kepada Pemerintah Daerah/sektor tentang masalah yang disepakati.
Secara garis besar ada 3 Indikator:
I. Indikator Pokok
1. Belajar 9 tahun
2. Angka Melek huruf
3. Pendapatan perkapita domestic
4. Angka kematian bayi per-1000 kelahiran hidup
5. Angka kematian balita per-1000 kelahiran hidup
6. Angka Kematian Ibu melahirkan per 100-000 kelahiran hidup
7. Adanya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)
8. Adanya program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin
II. Indikator Umum
1. Adanya dukungan Pemda
2. Adanya program pendukung di sector
3. Berfungsinya Tim Pembina Kabupaten dan Kecamatan
4. Berfungsinya Forkahat
5. Adanya Sekretariat Forum
6. Berfungsinya FKD
7. Berfungsinya Pokja
8. Adanya kesepakatan masyarakat dan pemda tentang pilihan tatanan dan kegiatan
9. Adanya perencanaan forum yang disepakati masyarakat dan pemda
10. Adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat melalui Forkahat/FKD/Pokja
III. Indikator Khusus
Tatanan terpilih disertai dengan indikator dari masing-masing tatanan tersebut. Pada tahun 2010, Kabupaten Bulungan mengangkat 6 tatanan sehat untuk diverifikasi.
A. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
B. Ketahanan Pangan dan Gizi
C. Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mendiri
D. Kehidupan Sosial Sehat
E. Pertambangan Sehat
F. Pariwisata Sehat
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Indikator,
Kabupaten Sehat,
Swasti Saba,
Verifikasi
Klasifikasi dan Kriteria Kabupaten Sehat
Klasifikasi dan Kriteria
Tiap dua tahun sekali, Kabupaten/Kota Sehat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diberikan penghargaan Swasti Saba. Penghargaan tersebut dapat diklasifikasikan atas 3 kategori:
1. Padapa: Kabupaten/kota sehat pada taraf pemantapan.
a. Minimal 2 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 51-60% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 51-60% dari semua kegiatan termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap kegiatan dapat dipilih minimal satu indikator program (fisik atau sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
2. Wiwerda: Kabupaten/kota sehat pada taraf pembinaan.
a. Memilih 3-4 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 61-70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 61-70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
3. Wistara: Kabupaten/kota sehat pada taraf pengembangan.
a. Memilih 5 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
Tiap dua tahun sekali, Kabupaten/Kota Sehat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diberikan penghargaan Swasti Saba. Penghargaan tersebut dapat diklasifikasikan atas 3 kategori:
1. Padapa: Kabupaten/kota sehat pada taraf pemantapan.
a. Minimal 2 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 51-60% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 51-60% dari semua kegiatan termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap kegiatan dapat dipilih minimal satu indikator program (fisik atau sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
2. Wiwerda: Kabupaten/kota sehat pada taraf pembinaan.
a. Memilih 3-4 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 61-70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 61-70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
3. Wistara: Kabupaten/kota sehat pada taraf pengembangan.
a. Memilih 5 tatanan sehat sesuai potensi setempat
b. Mencakup 70% kecamatan
c. Tiap tatanan terlaksana 70% dari semua kegiatan, termasuk lembaga masyarakat
d. Tiap tatanan telah terintegrasi aspek fisik, sosial budaya dan ekonomi dan kesehatan
e. Tiap kegiatan dapat dipilih lebih dari satu indikator program (fisik, sosekbud) atau kesehatan (kesakitan, kematian, perilaku dan kesehatan lingkungan) dan satu indikator adanya gerakan masyarakat, dari indikator yang tersedia.
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Kabupaten Sehat,
Padapa,
Swasti Saba,
Wistara,
Wiwerda
Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan Kabupaten Sehat
Tujuan Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
Tercapainya kondisi Kabupaten untuk hidup deng bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksanaya berbagai program kesehatan dan sector lain sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
Sasaran Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
1. Terlaksananya Program Kesehatan dan sector terkati yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan Forum yang disepakati masyarakat
2. Terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik
3. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di Kabupaten tersebut secara mandiri
4. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat melnjadi lebih baik.
Tercapainya kondisi Kabupaten untuk hidup deng bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksanaya berbagai program kesehatan dan sector lain sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
Sasaran Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
1. Terlaksananya Program Kesehatan dan sector terkati yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan Forum yang disepakati masyarakat
2. Terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik
3. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di Kabupaten tersebut secara mandiri
4. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat melnjadi lebih baik.
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Kabupaten,
Kabupaten Sehat
Definisi dalam Pelaksanaan Bulungan Sehat
Berikut beberapa definisi yang terkait dengan Pelaksanaan Kabupaten Bulungan Sehat
Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kebupaten/kota yang bersih, nyaman dan sehat untuk dihuni penduduknya, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.
Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat adalah berbagai upaya untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat melalui pemberdayaan masyarakat, melalui forum yang difasilitasi oeleh pemerintah daerah.
Kawasan Sehat adalah suatu kondisi wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat bagi pekerja dan masyarakat, melalui peningkatan suatu kawasan potensial dengan berbagai kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat, kelompok usaha dan pemerintah daerah.
Desa/Kelurahan Sehat adalah kondisi dari suatu desa/kelurahan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya, yang dicapai melalui terselenggaranya suatu kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah desa.
Forum adalah wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi di masing-masing jenjang. Di jenjang kabupaten/kota disebut Forum Kabupaten/kota Sehat (misal: Forkahat) yang berperan dalam menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya yang mengintegrasikan berbagai aspek, sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya. Di jenjang Kecamatan disebut Forum Komunikasi Desa (Misal: FKD) yang mempunyai peran mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronkan dan mensimplikasikan prioritas, perencanaan antara desa/kelurahan satu dengan desa/kelurahan lainnya di wilayah Kecamatan, yang dilakukan oleh masing-masing Pokja (Kelompok Kerja) Desa/Kelurahan Sehat.
Pokja (Kelompok Kerja) adalah wadah bagi masyarakat di desa/kelurahan baik yang bergerak di bidang usaha ekonomi, sosial, dan budaya serta kesehatan untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi dalam kegiatan yang disepakati mereka.
Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kebupaten/kota yang bersih, nyaman dan sehat untuk dihuni penduduknya, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.
Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat adalah berbagai upaya untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat melalui pemberdayaan masyarakat, melalui forum yang difasilitasi oeleh pemerintah daerah.
Kawasan Sehat adalah suatu kondisi wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat bagi pekerja dan masyarakat, melalui peningkatan suatu kawasan potensial dengan berbagai kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat, kelompok usaha dan pemerintah daerah.
Desa/Kelurahan Sehat adalah kondisi dari suatu desa/kelurahan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya, yang dicapai melalui terselenggaranya suatu kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah desa.
Forum adalah wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi di masing-masing jenjang. Di jenjang kabupaten/kota disebut Forum Kabupaten/kota Sehat (misal: Forkahat) yang berperan dalam menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya yang mengintegrasikan berbagai aspek, sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya. Di jenjang Kecamatan disebut Forum Komunikasi Desa (Misal: FKD) yang mempunyai peran mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronkan dan mensimplikasikan prioritas, perencanaan antara desa/kelurahan satu dengan desa/kelurahan lainnya di wilayah Kecamatan, yang dilakukan oleh masing-masing Pokja (Kelompok Kerja) Desa/Kelurahan Sehat.
Pokja (Kelompok Kerja) adalah wadah bagi masyarakat di desa/kelurahan baik yang bergerak di bidang usaha ekonomi, sosial, dan budaya serta kesehatan untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi dalam kegiatan yang disepakati mereka.
6 Tatanan Sehat Terpilih 2010
Pada tahun 2009, verifikasi terhadap Kabupaten Bulungan untuk 5 tatanan sehat menghasilkan kesimpulan bahwa Kabupaten Bulungan berhak atas 2 tatanan sehat (Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat dan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri). Untuk itu diperolehlah penghargaan Swasti Saba Padapa untuk 2 tatanan sehat.
Pada Verivikasi yang diadakan 2 tahun sekali, Kabupaten Bulungan akan mengajukan 6 tatanan sehat, diantaranya:
1. Pemukiman, Sarana, Prasarana Sehat
2. Ketahanan Pangan dan Gizi
3. Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri
4. Kehidupan Sosial Sehat
5. Pertambangan Sehat
6. Pariwisata Sehat
Kali ini, Kabupaten Bulungan menambah satu tatanan sehat yaitu Pariwisata Sehat. Harapan besar bahwa pada verifikasi selanjutnya didapatkan 3-4 tatanan sehat sehingga dapat diraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda.
Pada Verivikasi yang diadakan 2 tahun sekali, Kabupaten Bulungan akan mengajukan 6 tatanan sehat, diantaranya:
1. Pemukiman, Sarana, Prasarana Sehat
2. Ketahanan Pangan dan Gizi
3. Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri
4. Kehidupan Sosial Sehat
5. Pertambangan Sehat
6. Pariwisata Sehat
Kali ini, Kabupaten Bulungan menambah satu tatanan sehat yaitu Pariwisata Sehat. Harapan besar bahwa pada verifikasi selanjutnya didapatkan 3-4 tatanan sehat sehingga dapat diraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda.
Potensi Wisata yang terlupa



Pantai Tanah Kuning di Kecamatan Tanjung Palas Timur adalah salah satu potensi wisata bahari yang tampak belum dikelola secara maksimal. Pantai yang tampak kurang bersih membuat pemandangan pantai kurang sedap dipandang. Pun sarana transportasi menuju ke sana yang relatif masih belum mulus lantaran belum sepenuhnya diaspal, jalanan sebagaian masih jalan agregat. Sarana listrik juga belum maksimal, hanya menyala di malam hari saja. Sarana telekomunikasi masih minim, hanya satu operator saja yang sudah mendirikan tower disana (Telkomsel). Sumber Air bersih juga masih dirasa kurang. Seandainya pantai tersebut dikelola dengan baik, kemungkinan besar akan menjadi daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Minggu, 20 Juni 2010
Senam Jantung Sehat

Jum'at 18 Juni 2010 diadakan senam Jantung Sehat di Lapangan Agatish Tanjung Selor. Kegiatan ini adalah kemitraan bersama antara Forkahat Bulungan, Pt.Askes, Yayasan Jantung Sehat Bulungan, Dinas Kesehatan Bulungan, Jamkesda Bulungan, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) cabang Bulungan, PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cabang Bulungan. Kegiatan diikuti oleh sekitar 300 orang peserta yang berasal dari berbagai Instansi, sekolah, Kodim, Brigif, Puskesmas, Rumah Sakit dll. Kegiatan tersebut adalah rangkaian kegiatan senam Jantung Sehat yang sebelumnya telah diadakan pada 21 Mei 2010.
Kegiatan senam jantung disertai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta senam jantung. Pada akhir kegiatan ditutup dengan pengundiaan doorprize bagi peserta. Kegiatan senam jantung sehat adalah salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat.
Workshop Kabupaten Sehat
Senin, 21 Juni 2010 bertempat di Gedung Pertemuan Pemda Bulungan diadakan kegiatan Workshop dan Pembekalan Kabupaten Sehat. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50-an orang yang terdiri dari Tim Pembina Forkahat, Tim Forkahat, Instansi terkait, FKD, Puskesmas serta sektor yang terkait lainnya.
Kegiatan diisi dengan 3 materi, yaitu:
1. Pelaksanaan Kabupaten Kota Sehat yang disampaikan oleh Kasubdin Lingkungan Departeman Kesehatan RI (Pak Dirman)
2. Peran/Pelaku dalam pelaksanaan Kabupaten Sehat yang disampaikan oleh Kasubdin PL Propinsi Kaltim (Pak Narso)
3. Pelaksanaan Bulungan Sehat yang disampaikan oleh Sekretaris Forkahat (drs.Imam Sukoyo M.AP)
Penyampaian materi diikuti dengan diskusi tentang materi yang telah disampaikan. Banyak masukan yang disampaikan terkait dengan permasalahan yang terjadi utamanya di lapangan.
Pada tahun 2009, Kabupaten Bulungan mendapatkan penghargaan Swasti Saba Padapa untuk 2 tatanan yang dinyatakan sehat yaitu Tatanan Pemukiman Sarana dan Prasarana Sehat serta Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri. Pada tahun 2011, akan diadakan verifikasi ulang untuk penilaian Kabupaten Bulungan sehat, yang rencananya dilaksanakan pada bulan April 2011. Pada verifikasi tersebut akan diajukan 6 tatanan dengan harapan 4 tatanan dapat diverifikasi sebagai tatanan sehat dengan harapan diperolehnya Swasti Saba Wiwerda.
Kegiatan diisi dengan 3 materi, yaitu:
1. Pelaksanaan Kabupaten Kota Sehat yang disampaikan oleh Kasubdin Lingkungan Departeman Kesehatan RI (Pak Dirman)
2. Peran/Pelaku dalam pelaksanaan Kabupaten Sehat yang disampaikan oleh Kasubdin PL Propinsi Kaltim (Pak Narso)
3. Pelaksanaan Bulungan Sehat yang disampaikan oleh Sekretaris Forkahat (drs.Imam Sukoyo M.AP)
Penyampaian materi diikuti dengan diskusi tentang materi yang telah disampaikan. Banyak masukan yang disampaikan terkait dengan permasalahan yang terjadi utamanya di lapangan.
Pada tahun 2009, Kabupaten Bulungan mendapatkan penghargaan Swasti Saba Padapa untuk 2 tatanan yang dinyatakan sehat yaitu Tatanan Pemukiman Sarana dan Prasarana Sehat serta Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri. Pada tahun 2011, akan diadakan verifikasi ulang untuk penilaian Kabupaten Bulungan sehat, yang rencananya dilaksanakan pada bulan April 2011. Pada verifikasi tersebut akan diajukan 6 tatanan dengan harapan 4 tatanan dapat diverifikasi sebagai tatanan sehat dengan harapan diperolehnya Swasti Saba Wiwerda.
Selasa, 20 April 2010
Studi Banding ke Sumedang
Pada tanggal 15 April 2010, Forum Kabupaten Sehat (Forkahat) Bulungan bersama dengan Tim Desa Siaga dari masing-masing kecamatan (yaitu 12 Kepala Puskesmas dan seorang Pemegang Program Promosi Kesehatan -dalam hal ini termasuk juga Desa Siaga-), 10 Camat se-Kabupaten Bulungan, Sekda Bulungan, Anggota DPRD Bulungan bidang kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan beserta semua Kasubdinnya, bersama-sama sekitar 73 orang rombongan berangkat ke Kabupaten Sumedang Jawa Barat untuk melakukan Studi Banding Pelaksanaan Desa Siaga, Kabupaten Sehat serta STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
Kabupaten Sumedang memiliki 8 indikator pencapain desa siaga yaitu:
1.Forum Kesehatan Masyarakat Desa
2.Sarana Yankesdas dan sistem rujukannya
3.UKBM (Posyandu, UKBM Maternal, UKBM lain dibutuhkan)
4.Sistem Pengamatan penyakit dan Faktor Resiko berbasis Masyarakat
5.Sistem kesiapsiagaan penanggulangan kegawat-daruratan dan bencana berbasis masyarakat
6.Upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat
7.Upaya menciptakan dan terwujudnya PHBS
8.Upaya menciptakan dan terwujudnya kadarzi
Kabupaten Sumedang memiliki 4 tatanan sehat:
1.Tatanan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2.Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri
3.Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi
4.Tatanan Pariwisata Sehat
Ada 5 pilar STBM yaitu:
1.Tidak Buang Air Besar sembarangan
2.Cuci Tangan Pakai Sabun
3.Pengelolaan Air Minum dan Makanan
4.Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (Domestik)
5.Pengelolaan Sampah
Kabupaten Sumedang memiliki visi menjadi Kabupaten Sehat pada tahun 2013.
Kabupaten Sumedang memiliki 8 indikator pencapain desa siaga yaitu:
1.Forum Kesehatan Masyarakat Desa
2.Sarana Yankesdas dan sistem rujukannya
3.UKBM (Posyandu, UKBM Maternal, UKBM lain dibutuhkan)
4.Sistem Pengamatan penyakit dan Faktor Resiko berbasis Masyarakat
5.Sistem kesiapsiagaan penanggulangan kegawat-daruratan dan bencana berbasis masyarakat
6.Upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat
7.Upaya menciptakan dan terwujudnya PHBS
8.Upaya menciptakan dan terwujudnya kadarzi
Kabupaten Sumedang memiliki 4 tatanan sehat:
1.Tatanan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2.Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri
3.Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi
4.Tatanan Pariwisata Sehat
Ada 5 pilar STBM yaitu:
1.Tidak Buang Air Besar sembarangan
2.Cuci Tangan Pakai Sabun
3.Pengelolaan Air Minum dan Makanan
4.Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (Domestik)
5.Pengelolaan Sampah
Kabupaten Sumedang memiliki visi menjadi Kabupaten Sehat pada tahun 2013.
Rabu, 10 Februari 2010
2010, tahun Bulungan Sehat...
Bulungan Sehat, sebuah kata yang sangat didambakan oleh setiap penduduk yang tinggal di Kabupaten Bulungan, baik penduduk asli maupun pendatangnya. Bulungan sehat adalah sebuah visi bagi terwujudnya Kabupaten Bulungan yang bebas dari penyakit yang tak terselesaikan.
Adalah harapan setiap kita untuk mewujudkan Bulungan sebagai Kabupaten yang Sehat, harapan bahwa cita-cita itu bukanlah sekedar cita-cita yang melambung tinggi di awan-awan yang tak sanggup kita gapai.
Menurut WHO, sehat berarti sehat secara fisik, mental dan spiritual. Jadi bukan hanya sehat jasmani saja dalam artian tidak menderita sakit fisik, namun juga harus sehat secara mental dan spiritual.
Blum, seorang pakar kesehatan masyarakat, mengatakan bahwa untuk menjadi sehat diperlukan empat hal: (1) Perilaku Sehat (2) Lingkungan Sehat (3) Pelayanan Kesehatan dan (4) Genetik. Empat hal tersebutmerupakan urutan dari yang paling berpengaruh sampai yang kurang berpengaruh.
Bila kita tilik, maka Perilaku Sehatadalah faktor utama untuk menjadi sehat. Dengan berperilaku yang sehat maka akan berdampak terhadap kesehatan, dampak tersebut bukan hanya akan dirasakan oleh individu itu sendiri tapi juga akan dinikmati oleh orang yang disekitarnya.
Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa ada 10 perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat kita lakukan tiap hari, baik di rumah, kantor, tempat umum maupun dimana saja. Sepuluh perilaku itu kita kenal dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Dengan menerapkan 10 perilaku ini, maka diharapkan kesehatan individu maupun kesehatan keluarga dapat terjaga.
Faktor kedua adalah Lingkungan sehat. Dengan di dukung oleh Lingkungan yang sehat maka kesehatan juga akan terwujud karena Lingkungan yang Kotor merupakan tempat berkembang biak penyakit-penyakit terkait lingkungan seperti Diare, Demam Berdarah, Muntaber, Batuk Pilek dan lain-lain. Dengan Lingkungan yang Bersih dan Sehat maka perkembangbiakan penyakit-penyakit tersebut dapat ditekan dan diminimalisir.
Pelayanan Kesehatan sebagai Faktor ketiga. Sarana kesehatan yang bermutu bukanlah jaminan bahwa kesehatan masyarakatnya juga bagus bila tidak didukung oleh dua faktor sebelumnya. Kita patut bersyukur bahwa di Kabupaten Bulungan ini, tiap kecamatan telah berdiri minimal satu Puskesmas Induk, diantaranya juga telah menjadi Puskesmas Perawatan. Sarana Pelayanan Kesehatan itu juga didukung oleh Pustu (Puskesmas Pembantu) dan Poskesdes (Pos Kesehata Desa) yang berlokasi di masing-masing Desa. Sarana Kesehatan juga ditenagai oleh Nakes yang memadai.
Faktor terakhir adalah genetika atau keturunan. Seorang bisa terkena Kencing Manis atau Darah Tinggi lantaran orang tuanya juga pengidap penyakit tersebut. Namun ini tidak selalu timbul manakala telah diketahui secara dini dan dicegah dengan perilaku hidup yang sehat.
Memasuki tahun 2010, sebuah tahun dimana dipancangkan sebagai tahun Bulungan Sehat, maka perlu kita kaji ulang, sudahkah Bulungan kita ini Sehat? Bulungan sehat bukan hanya dinilai dari sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas namun kita kembalikan pada teori Blum, bahwa perilaku sehat dan lingkungan sehat lebih berperan dibandingkan dengan pelayanan kesehatan semata.
Adalah harapan setiap kita untuk mewujudkan Bulungan sebagai Kabupaten yang Sehat, harapan bahwa cita-cita itu bukanlah sekedar cita-cita yang melambung tinggi di awan-awan yang tak sanggup kita gapai.
Menurut WHO, sehat berarti sehat secara fisik, mental dan spiritual. Jadi bukan hanya sehat jasmani saja dalam artian tidak menderita sakit fisik, namun juga harus sehat secara mental dan spiritual.
Blum, seorang pakar kesehatan masyarakat, mengatakan bahwa untuk menjadi sehat diperlukan empat hal: (1) Perilaku Sehat (2) Lingkungan Sehat (3) Pelayanan Kesehatan dan (4) Genetik. Empat hal tersebutmerupakan urutan dari yang paling berpengaruh sampai yang kurang berpengaruh.
Bila kita tilik, maka Perilaku Sehatadalah faktor utama untuk menjadi sehat. Dengan berperilaku yang sehat maka akan berdampak terhadap kesehatan, dampak tersebut bukan hanya akan dirasakan oleh individu itu sendiri tapi juga akan dinikmati oleh orang yang disekitarnya.
Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa ada 10 perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat kita lakukan tiap hari, baik di rumah, kantor, tempat umum maupun dimana saja. Sepuluh perilaku itu kita kenal dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Dengan menerapkan 10 perilaku ini, maka diharapkan kesehatan individu maupun kesehatan keluarga dapat terjaga.
Faktor kedua adalah Lingkungan sehat. Dengan di dukung oleh Lingkungan yang sehat maka kesehatan juga akan terwujud karena Lingkungan yang Kotor merupakan tempat berkembang biak penyakit-penyakit terkait lingkungan seperti Diare, Demam Berdarah, Muntaber, Batuk Pilek dan lain-lain. Dengan Lingkungan yang Bersih dan Sehat maka perkembangbiakan penyakit-penyakit tersebut dapat ditekan dan diminimalisir.
Pelayanan Kesehatan sebagai Faktor ketiga. Sarana kesehatan yang bermutu bukanlah jaminan bahwa kesehatan masyarakatnya juga bagus bila tidak didukung oleh dua faktor sebelumnya. Kita patut bersyukur bahwa di Kabupaten Bulungan ini, tiap kecamatan telah berdiri minimal satu Puskesmas Induk, diantaranya juga telah menjadi Puskesmas Perawatan. Sarana Pelayanan Kesehatan itu juga didukung oleh Pustu (Puskesmas Pembantu) dan Poskesdes (Pos Kesehata Desa) yang berlokasi di masing-masing Desa. Sarana Kesehatan juga ditenagai oleh Nakes yang memadai.
Faktor terakhir adalah genetika atau keturunan. Seorang bisa terkena Kencing Manis atau Darah Tinggi lantaran orang tuanya juga pengidap penyakit tersebut. Namun ini tidak selalu timbul manakala telah diketahui secara dini dan dicegah dengan perilaku hidup yang sehat.
Memasuki tahun 2010, sebuah tahun dimana dipancangkan sebagai tahun Bulungan Sehat, maka perlu kita kaji ulang, sudahkah Bulungan kita ini Sehat? Bulungan sehat bukan hanya dinilai dari sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas namun kita kembalikan pada teori Blum, bahwa perilaku sehat dan lingkungan sehat lebih berperan dibandingkan dengan pelayanan kesehatan semata.
Sabtu, 12 Desember 2009
Cara Cuci Tangan yang benar
Cara Cuci Tangan yang benar cukup 40-60 detik dengan menggunakan sabun.
Ada 5 langkah penting cuci tangan pakai sabun:
1. Basahi tangan seluruhnya dengan air
2. Pakai sabun secukupnya dan ratakan di telapak tangan
3. Gosok-gosok semua bagian tangan dan jari-jari
4. Bilas tangan dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk sampai kering. Jangan lupa mematikan kran dengan menggunakan pelapis handuk. Bila tidak ada handuk maka bisa menggunakan tisu atau diangin-anginkan atau dikibas-kibaskan di udara.
Cara menggosok-gosok tangan juga harus rata dan menyeluruh, WHO memberikan urutan menggosok tangan agar tidak ada yang terlewatkan, yaitu:
1. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
2. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari
3. Mengunci jari-jari tangan dan digosok-gosokkan
4. Gosok ibu jari dengan genggaman tangan sebelahnya secara berputar
5. Jari-jari menguncup lalu diputar-putar diatas telapak tangan secara bergantian
Cuci Tangan Pakai Sabun dapat membunuh kuman yang menempel di tangan. Ada 5 Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun:
1. Sebelum menyiapkan makanan
2. Sebelum Makan
3. Sesudah Buang Air
4. Sebelum menyentuh bayi
5. Sebelum menceboki bayi
Ada 5 langkah penting cuci tangan pakai sabun:
1. Basahi tangan seluruhnya dengan air
2. Pakai sabun secukupnya dan ratakan di telapak tangan
3. Gosok-gosok semua bagian tangan dan jari-jari
4. Bilas tangan dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk sampai kering. Jangan lupa mematikan kran dengan menggunakan pelapis handuk. Bila tidak ada handuk maka bisa menggunakan tisu atau diangin-anginkan atau dikibas-kibaskan di udara.
Cara menggosok-gosok tangan juga harus rata dan menyeluruh, WHO memberikan urutan menggosok tangan agar tidak ada yang terlewatkan, yaitu:
1. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
2. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari
3. Mengunci jari-jari tangan dan digosok-gosokkan
4. Gosok ibu jari dengan genggaman tangan sebelahnya secara berputar
5. Jari-jari menguncup lalu diputar-putar diatas telapak tangan secara bergantian
Cuci Tangan Pakai Sabun dapat membunuh kuman yang menempel di tangan. Ada 5 Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun:
1. Sebelum menyiapkan makanan
2. Sebelum Makan
3. Sesudah Buang Air
4. Sebelum menyentuh bayi
5. Sebelum menceboki bayi
Jumat, 20 November 2009
Swasti Saba
Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-45, 12 November 2009, penghargaan Swasti Saba Padapa diberikan kepada Kabupaten Bulungan. Penghargaan tersebut diraih karena prestasi Kabupaten Bulungan dalam menjadikan Kabupaten yang Sehat. Dari 5 tatanan yang diajukan, dua diantaranya yang dianggap memenuhi kriteria setelah dilakukan verifikasi. dr.H.Idewan Budi Santoso selaku wakil pembina Forkahat Bulungan menerima secara langsung penghargaan dari Menkes RI di Jakarta.
Menjadikan Bulungan Kabupaten Sehat adalah proses yang tidak berhenti disini namun perjalanan masih panjang. Ada di tangan kita untuk menjadikan Bulungan Sehat.
Menjadikan Bulungan Kabupaten Sehat adalah proses yang tidak berhenti disini namun perjalanan masih panjang. Ada di tangan kita untuk menjadikan Bulungan Sehat.
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Padapa,
Swasti Saba
Jumat, 30 Oktober 2009
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Pada tanggal 15 Oktober 2009 digelar acara "Cuci Tangan Pakai Sabun" di Tanjung Selor. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) yang jatuh pada tanggal 15 Oktober. Diprakarsai oleh Forkahat Bulungan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya, diadakanlah kegiatan sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun. Acara tersebut digelar di SDN 01 Tanjung Selor, dihadiri oleh 400 siswa SD. Didepan sekolah dipasang tong air berkeran untuk mempraktekkan secara langsung kegiatan cuci tangan pakai sabun. Anak-anak sejak kecil dibiasakan cuci tangan pakai sabun.
Ditekankan 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun yaitu sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyentuh bayi, dan sesudah menceboki bayi. Biasa bersih, hidup jadi sehat.
Ditekankan 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun yaitu sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyentuh bayi, dan sesudah menceboki bayi. Biasa bersih, hidup jadi sehat.
Label:
Bulungan,
cuci tangan,
Forkahat,
pakai sabun
Rabu, 14 Oktober 2009
Pertemuan KONAS Bandung
Bandung. Pada Senin-Kamis, 5-8 Oktober 2009 diadakan Pertemuan dan Konsultasi Nasional bidang Penyehatan Lingkungan di hotel Grand Flower Jl.Asia Afrika 15-18 Bandung. Pada kesempatan itu hadir perwakilan dari 40 Forum Kabupaten/Kota Sehat dari 440 FKKS se-Indonesia. Suatu kehormatan bagi Kabupaten Bulungan untuk ikut serta dalam acara tersebut. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Forkahat (Forum Kabupaten Sehat) Kabupaten Bulungan diantaranya dr.H.Idewan Budi Santoso, M.Si selaku perwakilan Tim Pembina Forkahat; Drs.Imam Sukoyo, M.AP selaku sekretaris Forkahat; Drs.H.Bambang Wahyudi M.AP selaku Ketua Tim Percepatan Forkahat; drg.Ida Bagus K. Sidharaharja dan dr.Alfian NR dari sekretariat Tim Percepatan Forkahat Bulungan.
Dalam pertemuan selama 2 hari aktif tersebut didapatkan hasil diantaranya dibentuknya jejaring FKKS (Forum Kabupaten/Kota Sehat) seluruh Indonesia. Dengan adanya jejaring ini maka diharapkan menjadi mudahlah komunikasi antar FKKS seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut diamanatkan suatu program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Program ini diharapan turut berperan dalam mengendalikan penyakit berbasis lingkungan. Ada lima pilar STBM yaitu: Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABs), cuci tangan pakai sabun (CTBS), melakukan pengelolaan air minum dan makanan secara aman, mengelola sampah domestik (rumah tangga secara benar) dan mengelola limbah cair domestik (rumah tangga).
Dalam pertemuan selama 2 hari aktif tersebut didapatkan hasil diantaranya dibentuknya jejaring FKKS (Forum Kabupaten/Kota Sehat) seluruh Indonesia. Dengan adanya jejaring ini maka diharapkan menjadi mudahlah komunikasi antar FKKS seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut diamanatkan suatu program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Program ini diharapan turut berperan dalam mengendalikan penyakit berbasis lingkungan. Ada lima pilar STBM yaitu: Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABs), cuci tangan pakai sabun (CTBS), melakukan pengelolaan air minum dan makanan secara aman, mengelola sampah domestik (rumah tangga secara benar) dan mengelola limbah cair domestik (rumah tangga).
Label:
buang air besar,
cuci tangan,
Forkahat,
KONAS,
STBM
Rabu, 30 September 2009
PROFIL FORKAHAT BULUNGAN
PROFIL FORUM KABUPATEN SEHAT
(FORKAHAT)
KABUPATEN BULUNGAN
1. BIODATA FORUM
Nama Forum : Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan
Alamat : Jl. Cendrawasih Kec.Tanjung Selor Kab.Bulungan Kalimantan Timur
No. Telpon : 0552 2707260
HP : 081346695785
Ketua Penasehat : Drs. H. Budiman Arifin, M.Si. ( Bupati Bulungan )
Ketua Tim Pembina : Ir. H. Syaiful Herman, M.AP. ( Kepala Bappeda )
Ketua Forkahat : H. Abu Bakar Idrus
Tahun Terbentuk : 2006
Tahun Beroperasi : 2007
Tahun Reorganisasi : 2008
Jumlah Pengurus : 70 orang
Jumlah FKD : 10 FKD
Jumlah Pokja : 81 Pokja
Tatanan yang diverifikasi: 5 Tatanan/Kawasan
No Nama Tatanan Jumlah Kegiatan Keterangan
1 Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat 9 dari 11 kegiatan > 70 %
2 Ketahanan Pangan Dan Gizi 5 dari 5 kegiatan > 70 %
3 Kehidupan Masyarakat Yang Sehat Dan Mandiri 17 dari 19 kegiatan > 70 %
4 Kehidupan Sosial Yang Sehat 5 dari 5 kegiatan > 70 %
5 Kawasan Pertambangan Sehat 4 dari 4 kegiatan > 70 %
Menuju “KABUPATEN BULUNGAN SEHAT 2010”
Filosofi:
Sehat adalah tanggung jawab bersama
Bersama, kita bisa mewujudkan kabupaten yang ber-IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai, Asri, Harmonis) dan SEHAT untuk dihuni dan sebagai tempat berkarya bagi warganya dengan lebih berkualitas dan produktif.
Bersama kita menuju Bulungan Sehat 2010.
V i s i
“Terwujudnya Kabupaten Bulungan sebagai Kabupaten Sehat di Tahun 2010”
M i s i
1. Mendorong dan mengajak masyarakat berperanserta secara aktif, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Bulungan Sehat.
2. Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan demi terciptanya masyarakat yang mandiri, sehat, adil dan makmur serta berakhlak mulia.
Strategi
1. Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi dan bertahap dimulai dari yang spesifik, sederhana, terjangkau serta dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.
2. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Forum Komunikasi desa/kelurahan sehat, Kelompok Kerja Desa Sehat / Lembaga pemberdayaan masyarakat tingkat kecamatan dan desa/kelurahan
3. Menggali potensi wilayah/kawasan dan menggalang kemitraan dengan lembaga terkait
4. Memasyaratkan pembangunan yang berwawasan kesehatan dalam mewujudkan kabupaten sehat.
5. Meningkatkan promosi untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan tetap menjaga lingkungan baik fisik, sosial dan budaya.
2. RIWAYAT BERIDIRINYA FORKAHAT BULUNGAN
Berawal dari keinginan yang kuat mewujudkan masyarakat Kabupaten Bulungan yang sejahtera dalam berbagai bidang, melalui jargon Tanjung Selor sebagai Kota Idaman ( Indah, Damai, Aman dan Nyaman ) yang sesungguhnya baik dalam wujud fisik/materiil maupun non fisik/inmateriil tahun 1991 pada masa kepemimpinan Bupati Yusuf Dale, dengan gerakan pertama adalah menciptakan Kabupaten Bulungan, khususnya Tanjung Selor menjadi kota yang bersih, indah, hijau, rapi untuk menciptakan masyarakat Bulungan yang sehat lahir batin, melalui penyediaan berbagai sarana prasarana oleh pemerintah maupun pemberdayan masyarakat secara swadaya.
Gerakan ini kemudian membuahkan hasil yang sangat spektakuler dan menakjubkan dengan diraihnya penghargaan dari Prsiden RI berupa PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada tahun 1995 sebagai lambang keberhasilan pembangunan yang sekaligus merubah citra Bulungan kala itu sebagai daerah yang masih tertinggal. Gerakan tersebut terus berlangsung, sehingga pada tahun yang sama kembali mendapat penghargaan berupa Sertifikat Adi Pura untuk kategori Kota Kecil.
Untuk mempertajam gerakan menciptakan Kabupaten yang benar – benar sehat, pada tahun 1996 jargon Kota Idaman diubah menjadi Kota Ibadah, yang memiliki filosofi sebagai wilayah yang sejahtera layaknya orang yang rajin melaksanakan ibadah yakni menjadi bersih hatinya/batinnya, bersih fisik/lingkungannya, melalui kegiatan nyata seperti penataan bantaran sungai yang bebas pemukiman dengan penyediaan MCK umum, membiasakan hidup bersih dan penyediaan fasilitas kesehatan, menciptakan dan memulihkan hutan kota bunda hayati, yang dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan elemen masyarakat. Kegiatan ini terus berlanjut dengan melibatkan masyarakat lebih luas melalui pembentukan Forum Kabupaten Sehat ( FORKAHAT) pada tahun 2006 dengan SK Bupati Nomor 367 Tahun 2006 tentang Tim Pembina Kabupaten Bulungan Sehat dan Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan, yang intinya untuk lebih memasyarakatkan gerakan hidup sehat yang lebih komplek dengan melibatkan berbagai sector kehidupan dan kegiatan – kegiatan yang lebih banyak memberdayakan masyarakat disemua lapisan dengan embrionya terbentuknya Desa Sehat di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2008, Forum ini melakukan musyawarah kembali untuk penyegaran pengurus dan mempertajam program – program yang rialistis serta lebih banyak memberikan peran masyarakat lebih besar dalam berinisiatif, melalaui SK Bupati Nomor 677 Tahun 2008 tentang Reorganisasi FORKAHAT. Hasil musyawarah tersebut melahirkan 5 pilihan Tatanan/Kawasan dari 9 tatanan, antara lain :
1. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2. Kawasan pertambangan Sehat
3. Ketahanan pangan dan Gizi
4. Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri
5. Kehidupan Sosial Yang Sehat
Untuk mengimplementasikan program tersebut, Forkahat mensinergikan dengan Visi Misi Kabupaten Bulungan yaitu bersama – sama dengan Dinas/Instansi, LSM, organisasi wanita, Masyarakat melakukan sosialisasi dan kegiatan aksi bersama seperti penciptaan PHBS, larangan Bab di sungai, larangan merokok di tempat public, menciptakan sekolah sehat, penghijauan kota, olah raga bersama, pemberdayaan ekonomi melalui pertanian dan kebun buah, penciptaan rumah sehat, pemberantarasan buta akasara, dan kegiatan lainnya.
Dengan keterlibatan stakeholder untuk menciptakan Kabupaten Sehat tersebut, Alhamdulillah sampai tahun 2009 ini, Kabupaten Bulungan telah mendapat berbagai penghargaan dari Presiden di antaranya 3 kali berturut-turut mendapat penghargaan bidang pertanian, Desa Siaga 100 %, pemberantasan buta aksara 3 kali.
3. KEGIATAN UNGGULAN
a. Tatanan 1 :
Terdapat Kawasan Pemukiman Sehat sebagai kawasan percotohan yang terletak di Jl.Cendrawasih Kecamatan Tanjung Selor. Di kawasan tersebut terdapat pemukiman sehat yang didukung oleh pengelolaan sampah dengan pemisahan sampah basah dan kering serta composting; sumber air bersih dari PDAM; sarana Olah Raga berupa Lapangan Bola dan Lapangan Tenis Indoor; tempat Rekreasi berupa Taman Cendrawasih; Rumah Sakit Umum Daerah; serta Sekolah SD dan SMP. Bantaran sungai Kayan di tepi kota Tanjung Selor dilakukan penataan fisik dengan penurapan serta pembuatan taman tepi sungai dengan proyek Kayan River Side Park untuk menahan erosi sungai dan mempercantik tepian kota Tanjung Selor. FKD (Forum Komunikasi Desa) bersama PPDM (Program Pemberdayaan Masyarakat Desa) disetiap kecamatan besar perannya dalam membangun sarana umum, fasilitas olah raga dan kesehatan seperti posyandu.
b. Tatanan 2 :
Pertanian di Kabupaten Bulungan terbukti berhasil meningkatkan produksi beras diatas 5% berturut-turut selama 3 tahun sehingga mendapatkan penghargaan dari Presiden RI H.Susilo Bambang Yudhoyono. Kecamatan yang menjadi unggulan adalah Tanjung Palas Utara tepatnya di Desa Panca Agung, disana bukan hanya pengolahan sawah saja namun didukung pula pengelolaan mata air pegunungan untuk sarana irigasi pengairan sawah yang berasal dari air Gunung. Para petani tersebut terkumpul dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Air tersebut juga dimafaatkan oleh warga sebagai sumber air bersih, dibentuk pula Pokmair (Kelompok Pemakai Air).
c. Tatanan 3 :
Pada Agustus 2008, Kabupaten Bulungan dinyatakan 100% Desanya Siaga, sehingga mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dr.Hj.Fadhilah Supari, Sp.JP. Desa siaga ini adalah bentuk kewaspadaan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri, ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Tiap Desa memiliki Poskesdes sebagai pusat pelayanan kesehatan di desa yang dilayani oleh seorang bidan atau tenaga kesehatan. Selain Poskesdes, masyarakat juga berperan aktif dalam Posyandu Balita dan Lansia. Dengan adanya dua pondasi tersebut digalakkanlah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
d. Tatanan 4 :
Kabupaten Bulungan membentang luas secara geografis dan secara demografis masyarakatnya majemuk tersebar sampai pelosok dan hulu, mereka hidup terpencil dalam komunitas adatnya. Forkahat melalui Dinas Soaial tidak tinggal diam, dibangunlah Pemukiman layak huni bagi Masyarakat Komunitas Adat Terpencil di beberapa daerah, seperti Desa Long Yin, Merukau Desa Long Sam, dan Sungai Urang yang totalnya 109 unit. Lanjut Usia, siswa tidak mampu, penderita cacat dan anak terlantar juga medapatkan perhatian dengan diberikannya bantuan.
e. Tatanan 5 :
Pertambangan yang dikelola PT.Lamindo Inter Multikom di Pulau Bunyu menjadi unggulan Pertambangan di Kabupaten Bulungan. Dikembangkan Pertambangan yang sehat yang memperhatikan dampak pertambangan pada warga dan lingkungan sekitarnya melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility), reklamasi area bekas pertambangan, keselamatan dan kesehatan para pekerjanya dengan “Safety First” serta pengembangan perekonomian kemasyarakatan.
(FORKAHAT)
KABUPATEN BULUNGAN
1. BIODATA FORUM
Nama Forum : Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan
Alamat : Jl. Cendrawasih Kec.Tanjung Selor Kab.Bulungan Kalimantan Timur
No. Telpon : 0552 2707260
HP : 081346695785
Ketua Penasehat : Drs. H. Budiman Arifin, M.Si. ( Bupati Bulungan )
Ketua Tim Pembina : Ir. H. Syaiful Herman, M.AP. ( Kepala Bappeda )
Ketua Forkahat : H. Abu Bakar Idrus
Tahun Terbentuk : 2006
Tahun Beroperasi : 2007
Tahun Reorganisasi : 2008
Jumlah Pengurus : 70 orang
Jumlah FKD : 10 FKD
Jumlah Pokja : 81 Pokja
Tatanan yang diverifikasi: 5 Tatanan/Kawasan
No Nama Tatanan Jumlah Kegiatan Keterangan
1 Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat 9 dari 11 kegiatan > 70 %
2 Ketahanan Pangan Dan Gizi 5 dari 5 kegiatan > 70 %
3 Kehidupan Masyarakat Yang Sehat Dan Mandiri 17 dari 19 kegiatan > 70 %
4 Kehidupan Sosial Yang Sehat 5 dari 5 kegiatan > 70 %
5 Kawasan Pertambangan Sehat 4 dari 4 kegiatan > 70 %
Menuju “KABUPATEN BULUNGAN SEHAT 2010”
Filosofi:
Sehat adalah tanggung jawab bersama
Bersama, kita bisa mewujudkan kabupaten yang ber-IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai, Asri, Harmonis) dan SEHAT untuk dihuni dan sebagai tempat berkarya bagi warganya dengan lebih berkualitas dan produktif.
Bersama kita menuju Bulungan Sehat 2010.
V i s i
“Terwujudnya Kabupaten Bulungan sebagai Kabupaten Sehat di Tahun 2010”
M i s i
1. Mendorong dan mengajak masyarakat berperanserta secara aktif, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Bulungan Sehat.
2. Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan demi terciptanya masyarakat yang mandiri, sehat, adil dan makmur serta berakhlak mulia.
Strategi
1. Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi dan bertahap dimulai dari yang spesifik, sederhana, terjangkau serta dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.
2. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Forum Komunikasi desa/kelurahan sehat, Kelompok Kerja Desa Sehat / Lembaga pemberdayaan masyarakat tingkat kecamatan dan desa/kelurahan
3. Menggali potensi wilayah/kawasan dan menggalang kemitraan dengan lembaga terkait
4. Memasyaratkan pembangunan yang berwawasan kesehatan dalam mewujudkan kabupaten sehat.
5. Meningkatkan promosi untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan tetap menjaga lingkungan baik fisik, sosial dan budaya.
2. RIWAYAT BERIDIRINYA FORKAHAT BULUNGAN
Berawal dari keinginan yang kuat mewujudkan masyarakat Kabupaten Bulungan yang sejahtera dalam berbagai bidang, melalui jargon Tanjung Selor sebagai Kota Idaman ( Indah, Damai, Aman dan Nyaman ) yang sesungguhnya baik dalam wujud fisik/materiil maupun non fisik/inmateriil tahun 1991 pada masa kepemimpinan Bupati Yusuf Dale, dengan gerakan pertama adalah menciptakan Kabupaten Bulungan, khususnya Tanjung Selor menjadi kota yang bersih, indah, hijau, rapi untuk menciptakan masyarakat Bulungan yang sehat lahir batin, melalui penyediaan berbagai sarana prasarana oleh pemerintah maupun pemberdayan masyarakat secara swadaya.
Gerakan ini kemudian membuahkan hasil yang sangat spektakuler dan menakjubkan dengan diraihnya penghargaan dari Prsiden RI berupa PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada tahun 1995 sebagai lambang keberhasilan pembangunan yang sekaligus merubah citra Bulungan kala itu sebagai daerah yang masih tertinggal. Gerakan tersebut terus berlangsung, sehingga pada tahun yang sama kembali mendapat penghargaan berupa Sertifikat Adi Pura untuk kategori Kota Kecil.
Untuk mempertajam gerakan menciptakan Kabupaten yang benar – benar sehat, pada tahun 1996 jargon Kota Idaman diubah menjadi Kota Ibadah, yang memiliki filosofi sebagai wilayah yang sejahtera layaknya orang yang rajin melaksanakan ibadah yakni menjadi bersih hatinya/batinnya, bersih fisik/lingkungannya, melalui kegiatan nyata seperti penataan bantaran sungai yang bebas pemukiman dengan penyediaan MCK umum, membiasakan hidup bersih dan penyediaan fasilitas kesehatan, menciptakan dan memulihkan hutan kota bunda hayati, yang dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan elemen masyarakat. Kegiatan ini terus berlanjut dengan melibatkan masyarakat lebih luas melalui pembentukan Forum Kabupaten Sehat ( FORKAHAT) pada tahun 2006 dengan SK Bupati Nomor 367 Tahun 2006 tentang Tim Pembina Kabupaten Bulungan Sehat dan Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan, yang intinya untuk lebih memasyarakatkan gerakan hidup sehat yang lebih komplek dengan melibatkan berbagai sector kehidupan dan kegiatan – kegiatan yang lebih banyak memberdayakan masyarakat disemua lapisan dengan embrionya terbentuknya Desa Sehat di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2008, Forum ini melakukan musyawarah kembali untuk penyegaran pengurus dan mempertajam program – program yang rialistis serta lebih banyak memberikan peran masyarakat lebih besar dalam berinisiatif, melalaui SK Bupati Nomor 677 Tahun 2008 tentang Reorganisasi FORKAHAT. Hasil musyawarah tersebut melahirkan 5 pilihan Tatanan/Kawasan dari 9 tatanan, antara lain :
1. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2. Kawasan pertambangan Sehat
3. Ketahanan pangan dan Gizi
4. Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri
5. Kehidupan Sosial Yang Sehat
Untuk mengimplementasikan program tersebut, Forkahat mensinergikan dengan Visi Misi Kabupaten Bulungan yaitu bersama – sama dengan Dinas/Instansi, LSM, organisasi wanita, Masyarakat melakukan sosialisasi dan kegiatan aksi bersama seperti penciptaan PHBS, larangan Bab di sungai, larangan merokok di tempat public, menciptakan sekolah sehat, penghijauan kota, olah raga bersama, pemberdayaan ekonomi melalui pertanian dan kebun buah, penciptaan rumah sehat, pemberantarasan buta akasara, dan kegiatan lainnya.
Dengan keterlibatan stakeholder untuk menciptakan Kabupaten Sehat tersebut, Alhamdulillah sampai tahun 2009 ini, Kabupaten Bulungan telah mendapat berbagai penghargaan dari Presiden di antaranya 3 kali berturut-turut mendapat penghargaan bidang pertanian, Desa Siaga 100 %, pemberantasan buta aksara 3 kali.
3. KEGIATAN UNGGULAN
a. Tatanan 1 :
Terdapat Kawasan Pemukiman Sehat sebagai kawasan percotohan yang terletak di Jl.Cendrawasih Kecamatan Tanjung Selor. Di kawasan tersebut terdapat pemukiman sehat yang didukung oleh pengelolaan sampah dengan pemisahan sampah basah dan kering serta composting; sumber air bersih dari PDAM; sarana Olah Raga berupa Lapangan Bola dan Lapangan Tenis Indoor; tempat Rekreasi berupa Taman Cendrawasih; Rumah Sakit Umum Daerah; serta Sekolah SD dan SMP. Bantaran sungai Kayan di tepi kota Tanjung Selor dilakukan penataan fisik dengan penurapan serta pembuatan taman tepi sungai dengan proyek Kayan River Side Park untuk menahan erosi sungai dan mempercantik tepian kota Tanjung Selor. FKD (Forum Komunikasi Desa) bersama PPDM (Program Pemberdayaan Masyarakat Desa) disetiap kecamatan besar perannya dalam membangun sarana umum, fasilitas olah raga dan kesehatan seperti posyandu.
b. Tatanan 2 :
Pertanian di Kabupaten Bulungan terbukti berhasil meningkatkan produksi beras diatas 5% berturut-turut selama 3 tahun sehingga mendapatkan penghargaan dari Presiden RI H.Susilo Bambang Yudhoyono. Kecamatan yang menjadi unggulan adalah Tanjung Palas Utara tepatnya di Desa Panca Agung, disana bukan hanya pengolahan sawah saja namun didukung pula pengelolaan mata air pegunungan untuk sarana irigasi pengairan sawah yang berasal dari air Gunung. Para petani tersebut terkumpul dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Air tersebut juga dimafaatkan oleh warga sebagai sumber air bersih, dibentuk pula Pokmair (Kelompok Pemakai Air).
c. Tatanan 3 :
Pada Agustus 2008, Kabupaten Bulungan dinyatakan 100% Desanya Siaga, sehingga mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dr.Hj.Fadhilah Supari, Sp.JP. Desa siaga ini adalah bentuk kewaspadaan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri, ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Tiap Desa memiliki Poskesdes sebagai pusat pelayanan kesehatan di desa yang dilayani oleh seorang bidan atau tenaga kesehatan. Selain Poskesdes, masyarakat juga berperan aktif dalam Posyandu Balita dan Lansia. Dengan adanya dua pondasi tersebut digalakkanlah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
d. Tatanan 4 :
Kabupaten Bulungan membentang luas secara geografis dan secara demografis masyarakatnya majemuk tersebar sampai pelosok dan hulu, mereka hidup terpencil dalam komunitas adatnya. Forkahat melalui Dinas Soaial tidak tinggal diam, dibangunlah Pemukiman layak huni bagi Masyarakat Komunitas Adat Terpencil di beberapa daerah, seperti Desa Long Yin, Merukau Desa Long Sam, dan Sungai Urang yang totalnya 109 unit. Lanjut Usia, siswa tidak mampu, penderita cacat dan anak terlantar juga medapatkan perhatian dengan diberikannya bantuan.
e. Tatanan 5 :
Pertambangan yang dikelola PT.Lamindo Inter Multikom di Pulau Bunyu menjadi unggulan Pertambangan di Kabupaten Bulungan. Dikembangkan Pertambangan yang sehat yang memperhatikan dampak pertambangan pada warga dan lingkungan sekitarnya melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility), reklamasi area bekas pertambangan, keselamatan dan kesehatan para pekerjanya dengan “Safety First” serta pengembangan perekonomian kemasyarakatan.
Sabtu, 04 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)























