Minggu, 20 Juni 2010

Senam Jantung Sehat


Jum'at 18 Juni 2010 diadakan senam Jantung Sehat di Lapangan Agatish Tanjung Selor. Kegiatan ini adalah kemitraan bersama antara Forkahat Bulungan, Pt.Askes, Yayasan Jantung Sehat Bulungan, Dinas Kesehatan Bulungan, Jamkesda Bulungan, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) cabang Bulungan, PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cabang Bulungan. Kegiatan diikuti oleh sekitar 300 orang peserta yang berasal dari berbagai Instansi, sekolah, Kodim, Brigif, Puskesmas, Rumah Sakit dll. Kegiatan tersebut adalah rangkaian kegiatan senam Jantung Sehat yang sebelumnya telah diadakan pada 21 Mei 2010.
Kegiatan senam jantung disertai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta senam jantung. Pada akhir kegiatan ditutup dengan pengundiaan doorprize bagi peserta. Kegiatan senam jantung sehat adalah salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat.

Workshop Kabupaten Sehat

Senin, 21 Juni 2010 bertempat di Gedung Pertemuan Pemda Bulungan diadakan kegiatan Workshop dan Pembekalan Kabupaten Sehat. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50-an orang yang terdiri dari Tim Pembina Forkahat, Tim Forkahat, Instansi terkait, FKD, Puskesmas serta sektor yang terkait lainnya.
Kegiatan diisi dengan 3 materi, yaitu:
1. Pelaksanaan Kabupaten Kota Sehat yang disampaikan oleh Kasubdin Lingkungan Departeman Kesehatan RI (Pak Dirman)
2. Peran/Pelaku dalam pelaksanaan Kabupaten Sehat yang disampaikan oleh Kasubdin PL Propinsi Kaltim (Pak Narso)
3. Pelaksanaan Bulungan Sehat yang disampaikan oleh Sekretaris Forkahat (drs.Imam Sukoyo M.AP)
Penyampaian materi diikuti dengan diskusi tentang materi yang telah disampaikan. Banyak masukan yang disampaikan terkait dengan permasalahan yang terjadi utamanya di lapangan.
Pada tahun 2009, Kabupaten Bulungan mendapatkan penghargaan Swasti Saba Padapa untuk 2 tatanan yang dinyatakan sehat yaitu Tatanan Pemukiman Sarana dan Prasarana Sehat serta Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri. Pada tahun 2011, akan diadakan verifikasi ulang untuk penilaian Kabupaten Bulungan sehat, yang rencananya dilaksanakan pada bulan April 2011. Pada verifikasi tersebut akan diajukan 6 tatanan dengan harapan 4 tatanan dapat diverifikasi sebagai tatanan sehat dengan harapan diperolehnya Swasti Saba Wiwerda.

Selasa, 20 April 2010

Studi Banding ke Sumedang

Pada tanggal 15 April 2010, Forum Kabupaten Sehat (Forkahat) Bulungan bersama dengan Tim Desa Siaga dari masing-masing kecamatan (yaitu 12 Kepala Puskesmas dan seorang Pemegang Program Promosi Kesehatan -dalam hal ini termasuk juga Desa Siaga-), 10 Camat se-Kabupaten Bulungan, Sekda Bulungan, Anggota DPRD Bulungan bidang kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan beserta semua Kasubdinnya, bersama-sama sekitar 73 orang rombongan berangkat ke Kabupaten Sumedang Jawa Barat untuk melakukan Studi Banding Pelaksanaan Desa Siaga, Kabupaten Sehat serta STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

Kabupaten Sumedang memiliki 8 indikator pencapain desa siaga yaitu:
1.Forum Kesehatan Masyarakat Desa
2.Sarana Yankesdas dan sistem rujukannya
3.UKBM (Posyandu, UKBM Maternal, UKBM lain dibutuhkan)
4.Sistem Pengamatan penyakit dan Faktor Resiko berbasis Masyarakat
5.Sistem kesiapsiagaan penanggulangan kegawat-daruratan dan bencana berbasis masyarakat
6.Upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat
7.Upaya menciptakan dan terwujudnya PHBS
8.Upaya menciptakan dan terwujudnya kadarzi

Kabupaten Sumedang memiliki 4 tatanan sehat:
1.Tatanan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2.Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri
3.Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi
4.Tatanan Pariwisata Sehat

Ada 5 pilar STBM yaitu:
1.Tidak Buang Air Besar sembarangan
2.Cuci Tangan Pakai Sabun
3.Pengelolaan Air Minum dan Makanan
4.Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (Domestik)
5.Pengelolaan Sampah

Kabupaten Sumedang memiliki visi menjadi Kabupaten Sehat pada tahun 2013.

Rabu, 10 Februari 2010

2010, tahun Bulungan Sehat...

Bulungan Sehat, sebuah kata yang sangat didambakan oleh setiap penduduk yang tinggal di Kabupaten Bulungan, baik penduduk asli maupun pendatangnya. Bulungan sehat adalah sebuah visi bagi terwujudnya Kabupaten Bulungan yang bebas dari penyakit yang tak terselesaikan.
Adalah harapan setiap kita untuk mewujudkan Bulungan sebagai Kabupaten yang Sehat, harapan bahwa cita-cita itu bukanlah sekedar cita-cita yang melambung tinggi di awan-awan yang tak sanggup kita gapai.
Menurut WHO, sehat berarti sehat secara fisik, mental dan spiritual. Jadi bukan hanya sehat jasmani saja dalam artian tidak menderita sakit fisik, namun juga harus sehat secara mental dan spiritual.
Blum, seorang pakar kesehatan masyarakat, mengatakan bahwa untuk menjadi sehat diperlukan empat hal: (1) Perilaku Sehat (2) Lingkungan Sehat (3) Pelayanan Kesehatan dan (4) Genetik. Empat hal tersebutmerupakan urutan dari yang paling berpengaruh sampai yang kurang berpengaruh.
Bila kita tilik, maka Perilaku Sehatadalah faktor utama untuk menjadi sehat. Dengan berperilaku yang sehat maka akan berdampak terhadap kesehatan, dampak tersebut bukan hanya akan dirasakan oleh individu itu sendiri tapi juga akan dinikmati oleh orang yang disekitarnya.
Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa ada 10 perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat kita lakukan tiap hari, baik di rumah, kantor, tempat umum maupun dimana saja. Sepuluh perilaku itu kita kenal dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Dengan menerapkan 10 perilaku ini, maka diharapkan kesehatan individu maupun kesehatan keluarga dapat terjaga.
Faktor kedua adalah Lingkungan sehat. Dengan di dukung oleh Lingkungan yang sehat maka kesehatan juga akan terwujud karena Lingkungan yang Kotor merupakan tempat berkembang biak penyakit-penyakit terkait lingkungan seperti Diare, Demam Berdarah, Muntaber, Batuk Pilek dan lain-lain. Dengan Lingkungan yang Bersih dan Sehat maka perkembangbiakan penyakit-penyakit tersebut dapat ditekan dan diminimalisir.
Pelayanan Kesehatan sebagai Faktor ketiga. Sarana kesehatan yang bermutu bukanlah jaminan bahwa kesehatan masyarakatnya juga bagus bila tidak didukung oleh dua faktor sebelumnya. Kita patut bersyukur bahwa di Kabupaten Bulungan ini, tiap kecamatan telah berdiri minimal satu Puskesmas Induk, diantaranya juga telah menjadi Puskesmas Perawatan. Sarana Pelayanan Kesehatan itu juga didukung oleh Pustu (Puskesmas Pembantu) dan Poskesdes (Pos Kesehata Desa) yang berlokasi di masing-masing Desa. Sarana Kesehatan juga ditenagai oleh Nakes yang memadai.
Faktor terakhir adalah genetika atau keturunan. Seorang bisa terkena Kencing Manis atau Darah Tinggi lantaran orang tuanya juga pengidap penyakit tersebut. Namun ini tidak selalu timbul manakala telah diketahui secara dini dan dicegah dengan perilaku hidup yang sehat.
Memasuki tahun 2010, sebuah tahun dimana dipancangkan sebagai tahun Bulungan Sehat, maka perlu kita kaji ulang, sudahkah Bulungan kita ini Sehat? Bulungan sehat bukan hanya dinilai dari sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas namun kita kembalikan pada teori Blum, bahwa perilaku sehat dan lingkungan sehat lebih berperan dibandingkan dengan pelayanan kesehatan semata.

Sabtu, 12 Desember 2009

Cara Cuci Tangan yang benar

Cara Cuci Tangan yang benar cukup 40-60 detik dengan menggunakan sabun.
Ada 5 langkah penting cuci tangan pakai sabun:
1. Basahi tangan seluruhnya dengan air
2. Pakai sabun secukupnya dan ratakan di telapak tangan
3. Gosok-gosok semua bagian tangan dan jari-jari
4. Bilas tangan dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk sampai kering. Jangan lupa mematikan kran dengan menggunakan pelapis handuk. Bila tidak ada handuk maka bisa menggunakan tisu atau diangin-anginkan atau dikibas-kibaskan di udara.

Cara menggosok-gosok tangan juga harus rata dan menyeluruh, WHO memberikan urutan menggosok tangan agar tidak ada yang terlewatkan, yaitu:
1. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
2. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari
3. Mengunci jari-jari tangan dan digosok-gosokkan
4. Gosok ibu jari dengan genggaman tangan sebelahnya secara berputar
5. Jari-jari menguncup lalu diputar-putar diatas telapak tangan secara bergantian

Cuci Tangan Pakai Sabun dapat membunuh kuman yang menempel di tangan. Ada 5 Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun:
1. Sebelum menyiapkan makanan
2. Sebelum Makan
3. Sesudah Buang Air
4. Sebelum menyentuh bayi
5. Sebelum menceboki bayi

Jumat, 20 November 2009

Swasti Saba

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-45, 12 November 2009, penghargaan Swasti Saba Padapa diberikan kepada Kabupaten Bulungan. Penghargaan tersebut diraih karena prestasi Kabupaten Bulungan dalam menjadikan Kabupaten yang Sehat. Dari 5 tatanan yang diajukan, dua diantaranya yang dianggap memenuhi kriteria setelah dilakukan verifikasi. dr.H.Idewan Budi Santoso selaku wakil pembina Forkahat Bulungan menerima secara langsung penghargaan dari Menkes RI di Jakarta.
Menjadikan Bulungan Kabupaten Sehat adalah proses yang tidak berhenti disini namun perjalanan masih panjang. Ada di tangan kita untuk menjadikan Bulungan Sehat.