Bulungan Sehat, sebuah kata yang sangat didambakan oleh setiap penduduk yang tinggal di Kabupaten Bulungan, baik penduduk asli maupun pendatangnya. Bulungan sehat adalah sebuah visi bagi terwujudnya Kabupaten Bulungan yang bebas dari penyakit yang tak terselesaikan.
Adalah harapan setiap kita untuk mewujudkan Bulungan sebagai Kabupaten yang Sehat, harapan bahwa cita-cita itu bukanlah sekedar cita-cita yang melambung tinggi di awan-awan yang tak sanggup kita gapai.
Menurut WHO, sehat berarti sehat secara fisik, mental dan spiritual. Jadi bukan hanya sehat jasmani saja dalam artian tidak menderita sakit fisik, namun juga harus sehat secara mental dan spiritual.
Blum, seorang pakar kesehatan masyarakat, mengatakan bahwa untuk menjadi sehat diperlukan empat hal: (1) Perilaku Sehat (2) Lingkungan Sehat (3) Pelayanan Kesehatan dan (4) Genetik. Empat hal tersebutmerupakan urutan dari yang paling berpengaruh sampai yang kurang berpengaruh.
Bila kita tilik, maka Perilaku Sehatadalah faktor utama untuk menjadi sehat. Dengan berperilaku yang sehat maka akan berdampak terhadap kesehatan, dampak tersebut bukan hanya akan dirasakan oleh individu itu sendiri tapi juga akan dinikmati oleh orang yang disekitarnya.
Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa ada 10 perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat kita lakukan tiap hari, baik di rumah, kantor, tempat umum maupun dimana saja. Sepuluh perilaku itu kita kenal dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Dengan menerapkan 10 perilaku ini, maka diharapkan kesehatan individu maupun kesehatan keluarga dapat terjaga.
Faktor kedua adalah Lingkungan sehat. Dengan di dukung oleh Lingkungan yang sehat maka kesehatan juga akan terwujud karena Lingkungan yang Kotor merupakan tempat berkembang biak penyakit-penyakit terkait lingkungan seperti Diare, Demam Berdarah, Muntaber, Batuk Pilek dan lain-lain. Dengan Lingkungan yang Bersih dan Sehat maka perkembangbiakan penyakit-penyakit tersebut dapat ditekan dan diminimalisir.
Pelayanan Kesehatan sebagai Faktor ketiga. Sarana kesehatan yang bermutu bukanlah jaminan bahwa kesehatan masyarakatnya juga bagus bila tidak didukung oleh dua faktor sebelumnya. Kita patut bersyukur bahwa di Kabupaten Bulungan ini, tiap kecamatan telah berdiri minimal satu Puskesmas Induk, diantaranya juga telah menjadi Puskesmas Perawatan. Sarana Pelayanan Kesehatan itu juga didukung oleh Pustu (Puskesmas Pembantu) dan Poskesdes (Pos Kesehata Desa) yang berlokasi di masing-masing Desa. Sarana Kesehatan juga ditenagai oleh Nakes yang memadai.
Faktor terakhir adalah genetika atau keturunan. Seorang bisa terkena Kencing Manis atau Darah Tinggi lantaran orang tuanya juga pengidap penyakit tersebut. Namun ini tidak selalu timbul manakala telah diketahui secara dini dan dicegah dengan perilaku hidup yang sehat.
Memasuki tahun 2010, sebuah tahun dimana dipancangkan sebagai tahun Bulungan Sehat, maka perlu kita kaji ulang, sudahkah Bulungan kita ini Sehat? Bulungan sehat bukan hanya dinilai dari sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas namun kita kembalikan pada teori Blum, bahwa perilaku sehat dan lingkungan sehat lebih berperan dibandingkan dengan pelayanan kesehatan semata.
Rabu, 10 Februari 2010
Sabtu, 12 Desember 2009
Cara Cuci Tangan yang benar
Cara Cuci Tangan yang benar cukup 40-60 detik dengan menggunakan sabun.
Ada 5 langkah penting cuci tangan pakai sabun:
1. Basahi tangan seluruhnya dengan air
2. Pakai sabun secukupnya dan ratakan di telapak tangan
3. Gosok-gosok semua bagian tangan dan jari-jari
4. Bilas tangan dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk sampai kering. Jangan lupa mematikan kran dengan menggunakan pelapis handuk. Bila tidak ada handuk maka bisa menggunakan tisu atau diangin-anginkan atau dikibas-kibaskan di udara.
Cara menggosok-gosok tangan juga harus rata dan menyeluruh, WHO memberikan urutan menggosok tangan agar tidak ada yang terlewatkan, yaitu:
1. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
2. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari
3. Mengunci jari-jari tangan dan digosok-gosokkan
4. Gosok ibu jari dengan genggaman tangan sebelahnya secara berputar
5. Jari-jari menguncup lalu diputar-putar diatas telapak tangan secara bergantian
Cuci Tangan Pakai Sabun dapat membunuh kuman yang menempel di tangan. Ada 5 Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun:
1. Sebelum menyiapkan makanan
2. Sebelum Makan
3. Sesudah Buang Air
4. Sebelum menyentuh bayi
5. Sebelum menceboki bayi
Ada 5 langkah penting cuci tangan pakai sabun:
1. Basahi tangan seluruhnya dengan air
2. Pakai sabun secukupnya dan ratakan di telapak tangan
3. Gosok-gosok semua bagian tangan dan jari-jari
4. Bilas tangan dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk sampai kering. Jangan lupa mematikan kran dengan menggunakan pelapis handuk. Bila tidak ada handuk maka bisa menggunakan tisu atau diangin-anginkan atau dikibas-kibaskan di udara.
Cara menggosok-gosok tangan juga harus rata dan menyeluruh, WHO memberikan urutan menggosok tangan agar tidak ada yang terlewatkan, yaitu:
1. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
2. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari
3. Mengunci jari-jari tangan dan digosok-gosokkan
4. Gosok ibu jari dengan genggaman tangan sebelahnya secara berputar
5. Jari-jari menguncup lalu diputar-putar diatas telapak tangan secara bergantian
Cuci Tangan Pakai Sabun dapat membunuh kuman yang menempel di tangan. Ada 5 Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun:
1. Sebelum menyiapkan makanan
2. Sebelum Makan
3. Sesudah Buang Air
4. Sebelum menyentuh bayi
5. Sebelum menceboki bayi
Jumat, 20 November 2009
Swasti Saba
Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-45, 12 November 2009, penghargaan Swasti Saba Padapa diberikan kepada Kabupaten Bulungan. Penghargaan tersebut diraih karena prestasi Kabupaten Bulungan dalam menjadikan Kabupaten yang Sehat. Dari 5 tatanan yang diajukan, dua diantaranya yang dianggap memenuhi kriteria setelah dilakukan verifikasi. dr.H.Idewan Budi Santoso selaku wakil pembina Forkahat Bulungan menerima secara langsung penghargaan dari Menkes RI di Jakarta.
Menjadikan Bulungan Kabupaten Sehat adalah proses yang tidak berhenti disini namun perjalanan masih panjang. Ada di tangan kita untuk menjadikan Bulungan Sehat.
Menjadikan Bulungan Kabupaten Sehat adalah proses yang tidak berhenti disini namun perjalanan masih panjang. Ada di tangan kita untuk menjadikan Bulungan Sehat.
Label:
Bulungan,
Forkahat,
Padapa,
Swasti Saba
Jumat, 30 Oktober 2009
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Pada tanggal 15 Oktober 2009 digelar acara "Cuci Tangan Pakai Sabun" di Tanjung Selor. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) yang jatuh pada tanggal 15 Oktober. Diprakarsai oleh Forkahat Bulungan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya, diadakanlah kegiatan sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun. Acara tersebut digelar di SDN 01 Tanjung Selor, dihadiri oleh 400 siswa SD. Didepan sekolah dipasang tong air berkeran untuk mempraktekkan secara langsung kegiatan cuci tangan pakai sabun. Anak-anak sejak kecil dibiasakan cuci tangan pakai sabun.
Ditekankan 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun yaitu sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyentuh bayi, dan sesudah menceboki bayi. Biasa bersih, hidup jadi sehat.
Ditekankan 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun yaitu sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyentuh bayi, dan sesudah menceboki bayi. Biasa bersih, hidup jadi sehat.
Label:
Bulungan,
cuci tangan,
Forkahat,
pakai sabun
Rabu, 14 Oktober 2009
Pertemuan KONAS Bandung
Bandung. Pada Senin-Kamis, 5-8 Oktober 2009 diadakan Pertemuan dan Konsultasi Nasional bidang Penyehatan Lingkungan di hotel Grand Flower Jl.Asia Afrika 15-18 Bandung. Pada kesempatan itu hadir perwakilan dari 40 Forum Kabupaten/Kota Sehat dari 440 FKKS se-Indonesia. Suatu kehormatan bagi Kabupaten Bulungan untuk ikut serta dalam acara tersebut. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Forkahat (Forum Kabupaten Sehat) Kabupaten Bulungan diantaranya dr.H.Idewan Budi Santoso, M.Si selaku perwakilan Tim Pembina Forkahat; Drs.Imam Sukoyo, M.AP selaku sekretaris Forkahat; Drs.H.Bambang Wahyudi M.AP selaku Ketua Tim Percepatan Forkahat; drg.Ida Bagus K. Sidharaharja dan dr.Alfian NR dari sekretariat Tim Percepatan Forkahat Bulungan.
Dalam pertemuan selama 2 hari aktif tersebut didapatkan hasil diantaranya dibentuknya jejaring FKKS (Forum Kabupaten/Kota Sehat) seluruh Indonesia. Dengan adanya jejaring ini maka diharapkan menjadi mudahlah komunikasi antar FKKS seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut diamanatkan suatu program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Program ini diharapan turut berperan dalam mengendalikan penyakit berbasis lingkungan. Ada lima pilar STBM yaitu: Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABs), cuci tangan pakai sabun (CTBS), melakukan pengelolaan air minum dan makanan secara aman, mengelola sampah domestik (rumah tangga secara benar) dan mengelola limbah cair domestik (rumah tangga).
Dalam pertemuan selama 2 hari aktif tersebut didapatkan hasil diantaranya dibentuknya jejaring FKKS (Forum Kabupaten/Kota Sehat) seluruh Indonesia. Dengan adanya jejaring ini maka diharapkan menjadi mudahlah komunikasi antar FKKS seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut diamanatkan suatu program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Program ini diharapan turut berperan dalam mengendalikan penyakit berbasis lingkungan. Ada lima pilar STBM yaitu: Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABs), cuci tangan pakai sabun (CTBS), melakukan pengelolaan air minum dan makanan secara aman, mengelola sampah domestik (rumah tangga secara benar) dan mengelola limbah cair domestik (rumah tangga).
Label:
buang air besar,
cuci tangan,
Forkahat,
KONAS,
STBM
Rabu, 30 September 2009
PROFIL FORKAHAT BULUNGAN
PROFIL FORUM KABUPATEN SEHAT
(FORKAHAT)
KABUPATEN BULUNGAN
1. BIODATA FORUM
Nama Forum : Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan
Alamat : Jl. Cendrawasih Kec.Tanjung Selor Kab.Bulungan Kalimantan Timur
No. Telpon : 0552 2707260
HP : 081346695785
Ketua Penasehat : Drs. H. Budiman Arifin, M.Si. ( Bupati Bulungan )
Ketua Tim Pembina : Ir. H. Syaiful Herman, M.AP. ( Kepala Bappeda )
Ketua Forkahat : H. Abu Bakar Idrus
Tahun Terbentuk : 2006
Tahun Beroperasi : 2007
Tahun Reorganisasi : 2008
Jumlah Pengurus : 70 orang
Jumlah FKD : 10 FKD
Jumlah Pokja : 81 Pokja
Tatanan yang diverifikasi: 5 Tatanan/Kawasan
No Nama Tatanan Jumlah Kegiatan Keterangan
1 Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat 9 dari 11 kegiatan > 70 %
2 Ketahanan Pangan Dan Gizi 5 dari 5 kegiatan > 70 %
3 Kehidupan Masyarakat Yang Sehat Dan Mandiri 17 dari 19 kegiatan > 70 %
4 Kehidupan Sosial Yang Sehat 5 dari 5 kegiatan > 70 %
5 Kawasan Pertambangan Sehat 4 dari 4 kegiatan > 70 %
Menuju “KABUPATEN BULUNGAN SEHAT 2010”
Filosofi:
Sehat adalah tanggung jawab bersama
Bersama, kita bisa mewujudkan kabupaten yang ber-IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai, Asri, Harmonis) dan SEHAT untuk dihuni dan sebagai tempat berkarya bagi warganya dengan lebih berkualitas dan produktif.
Bersama kita menuju Bulungan Sehat 2010.
V i s i
“Terwujudnya Kabupaten Bulungan sebagai Kabupaten Sehat di Tahun 2010”
M i s i
1. Mendorong dan mengajak masyarakat berperanserta secara aktif, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Bulungan Sehat.
2. Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan demi terciptanya masyarakat yang mandiri, sehat, adil dan makmur serta berakhlak mulia.
Strategi
1. Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi dan bertahap dimulai dari yang spesifik, sederhana, terjangkau serta dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.
2. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Forum Komunikasi desa/kelurahan sehat, Kelompok Kerja Desa Sehat / Lembaga pemberdayaan masyarakat tingkat kecamatan dan desa/kelurahan
3. Menggali potensi wilayah/kawasan dan menggalang kemitraan dengan lembaga terkait
4. Memasyaratkan pembangunan yang berwawasan kesehatan dalam mewujudkan kabupaten sehat.
5. Meningkatkan promosi untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan tetap menjaga lingkungan baik fisik, sosial dan budaya.
2. RIWAYAT BERIDIRINYA FORKAHAT BULUNGAN
Berawal dari keinginan yang kuat mewujudkan masyarakat Kabupaten Bulungan yang sejahtera dalam berbagai bidang, melalui jargon Tanjung Selor sebagai Kota Idaman ( Indah, Damai, Aman dan Nyaman ) yang sesungguhnya baik dalam wujud fisik/materiil maupun non fisik/inmateriil tahun 1991 pada masa kepemimpinan Bupati Yusuf Dale, dengan gerakan pertama adalah menciptakan Kabupaten Bulungan, khususnya Tanjung Selor menjadi kota yang bersih, indah, hijau, rapi untuk menciptakan masyarakat Bulungan yang sehat lahir batin, melalui penyediaan berbagai sarana prasarana oleh pemerintah maupun pemberdayan masyarakat secara swadaya.
Gerakan ini kemudian membuahkan hasil yang sangat spektakuler dan menakjubkan dengan diraihnya penghargaan dari Prsiden RI berupa PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada tahun 1995 sebagai lambang keberhasilan pembangunan yang sekaligus merubah citra Bulungan kala itu sebagai daerah yang masih tertinggal. Gerakan tersebut terus berlangsung, sehingga pada tahun yang sama kembali mendapat penghargaan berupa Sertifikat Adi Pura untuk kategori Kota Kecil.
Untuk mempertajam gerakan menciptakan Kabupaten yang benar – benar sehat, pada tahun 1996 jargon Kota Idaman diubah menjadi Kota Ibadah, yang memiliki filosofi sebagai wilayah yang sejahtera layaknya orang yang rajin melaksanakan ibadah yakni menjadi bersih hatinya/batinnya, bersih fisik/lingkungannya, melalui kegiatan nyata seperti penataan bantaran sungai yang bebas pemukiman dengan penyediaan MCK umum, membiasakan hidup bersih dan penyediaan fasilitas kesehatan, menciptakan dan memulihkan hutan kota bunda hayati, yang dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan elemen masyarakat. Kegiatan ini terus berlanjut dengan melibatkan masyarakat lebih luas melalui pembentukan Forum Kabupaten Sehat ( FORKAHAT) pada tahun 2006 dengan SK Bupati Nomor 367 Tahun 2006 tentang Tim Pembina Kabupaten Bulungan Sehat dan Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan, yang intinya untuk lebih memasyarakatkan gerakan hidup sehat yang lebih komplek dengan melibatkan berbagai sector kehidupan dan kegiatan – kegiatan yang lebih banyak memberdayakan masyarakat disemua lapisan dengan embrionya terbentuknya Desa Sehat di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2008, Forum ini melakukan musyawarah kembali untuk penyegaran pengurus dan mempertajam program – program yang rialistis serta lebih banyak memberikan peran masyarakat lebih besar dalam berinisiatif, melalaui SK Bupati Nomor 677 Tahun 2008 tentang Reorganisasi FORKAHAT. Hasil musyawarah tersebut melahirkan 5 pilihan Tatanan/Kawasan dari 9 tatanan, antara lain :
1. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2. Kawasan pertambangan Sehat
3. Ketahanan pangan dan Gizi
4. Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri
5. Kehidupan Sosial Yang Sehat
Untuk mengimplementasikan program tersebut, Forkahat mensinergikan dengan Visi Misi Kabupaten Bulungan yaitu bersama – sama dengan Dinas/Instansi, LSM, organisasi wanita, Masyarakat melakukan sosialisasi dan kegiatan aksi bersama seperti penciptaan PHBS, larangan Bab di sungai, larangan merokok di tempat public, menciptakan sekolah sehat, penghijauan kota, olah raga bersama, pemberdayaan ekonomi melalui pertanian dan kebun buah, penciptaan rumah sehat, pemberantarasan buta akasara, dan kegiatan lainnya.
Dengan keterlibatan stakeholder untuk menciptakan Kabupaten Sehat tersebut, Alhamdulillah sampai tahun 2009 ini, Kabupaten Bulungan telah mendapat berbagai penghargaan dari Presiden di antaranya 3 kali berturut-turut mendapat penghargaan bidang pertanian, Desa Siaga 100 %, pemberantasan buta aksara 3 kali.
3. KEGIATAN UNGGULAN
a. Tatanan 1 :
Terdapat Kawasan Pemukiman Sehat sebagai kawasan percotohan yang terletak di Jl.Cendrawasih Kecamatan Tanjung Selor. Di kawasan tersebut terdapat pemukiman sehat yang didukung oleh pengelolaan sampah dengan pemisahan sampah basah dan kering serta composting; sumber air bersih dari PDAM; sarana Olah Raga berupa Lapangan Bola dan Lapangan Tenis Indoor; tempat Rekreasi berupa Taman Cendrawasih; Rumah Sakit Umum Daerah; serta Sekolah SD dan SMP. Bantaran sungai Kayan di tepi kota Tanjung Selor dilakukan penataan fisik dengan penurapan serta pembuatan taman tepi sungai dengan proyek Kayan River Side Park untuk menahan erosi sungai dan mempercantik tepian kota Tanjung Selor. FKD (Forum Komunikasi Desa) bersama PPDM (Program Pemberdayaan Masyarakat Desa) disetiap kecamatan besar perannya dalam membangun sarana umum, fasilitas olah raga dan kesehatan seperti posyandu.
b. Tatanan 2 :
Pertanian di Kabupaten Bulungan terbukti berhasil meningkatkan produksi beras diatas 5% berturut-turut selama 3 tahun sehingga mendapatkan penghargaan dari Presiden RI H.Susilo Bambang Yudhoyono. Kecamatan yang menjadi unggulan adalah Tanjung Palas Utara tepatnya di Desa Panca Agung, disana bukan hanya pengolahan sawah saja namun didukung pula pengelolaan mata air pegunungan untuk sarana irigasi pengairan sawah yang berasal dari air Gunung. Para petani tersebut terkumpul dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Air tersebut juga dimafaatkan oleh warga sebagai sumber air bersih, dibentuk pula Pokmair (Kelompok Pemakai Air).
c. Tatanan 3 :
Pada Agustus 2008, Kabupaten Bulungan dinyatakan 100% Desanya Siaga, sehingga mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dr.Hj.Fadhilah Supari, Sp.JP. Desa siaga ini adalah bentuk kewaspadaan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri, ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Tiap Desa memiliki Poskesdes sebagai pusat pelayanan kesehatan di desa yang dilayani oleh seorang bidan atau tenaga kesehatan. Selain Poskesdes, masyarakat juga berperan aktif dalam Posyandu Balita dan Lansia. Dengan adanya dua pondasi tersebut digalakkanlah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
d. Tatanan 4 :
Kabupaten Bulungan membentang luas secara geografis dan secara demografis masyarakatnya majemuk tersebar sampai pelosok dan hulu, mereka hidup terpencil dalam komunitas adatnya. Forkahat melalui Dinas Soaial tidak tinggal diam, dibangunlah Pemukiman layak huni bagi Masyarakat Komunitas Adat Terpencil di beberapa daerah, seperti Desa Long Yin, Merukau Desa Long Sam, dan Sungai Urang yang totalnya 109 unit. Lanjut Usia, siswa tidak mampu, penderita cacat dan anak terlantar juga medapatkan perhatian dengan diberikannya bantuan.
e. Tatanan 5 :
Pertambangan yang dikelola PT.Lamindo Inter Multikom di Pulau Bunyu menjadi unggulan Pertambangan di Kabupaten Bulungan. Dikembangkan Pertambangan yang sehat yang memperhatikan dampak pertambangan pada warga dan lingkungan sekitarnya melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility), reklamasi area bekas pertambangan, keselamatan dan kesehatan para pekerjanya dengan “Safety First” serta pengembangan perekonomian kemasyarakatan.
(FORKAHAT)
KABUPATEN BULUNGAN
1. BIODATA FORUM
Nama Forum : Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan
Alamat : Jl. Cendrawasih Kec.Tanjung Selor Kab.Bulungan Kalimantan Timur
No. Telpon : 0552 2707260
HP : 081346695785
Ketua Penasehat : Drs. H. Budiman Arifin, M.Si. ( Bupati Bulungan )
Ketua Tim Pembina : Ir. H. Syaiful Herman, M.AP. ( Kepala Bappeda )
Ketua Forkahat : H. Abu Bakar Idrus
Tahun Terbentuk : 2006
Tahun Beroperasi : 2007
Tahun Reorganisasi : 2008
Jumlah Pengurus : 70 orang
Jumlah FKD : 10 FKD
Jumlah Pokja : 81 Pokja
Tatanan yang diverifikasi: 5 Tatanan/Kawasan
No Nama Tatanan Jumlah Kegiatan Keterangan
1 Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat 9 dari 11 kegiatan > 70 %
2 Ketahanan Pangan Dan Gizi 5 dari 5 kegiatan > 70 %
3 Kehidupan Masyarakat Yang Sehat Dan Mandiri 17 dari 19 kegiatan > 70 %
4 Kehidupan Sosial Yang Sehat 5 dari 5 kegiatan > 70 %
5 Kawasan Pertambangan Sehat 4 dari 4 kegiatan > 70 %
Menuju “KABUPATEN BULUNGAN SEHAT 2010”
Filosofi:
Sehat adalah tanggung jawab bersama
Bersama, kita bisa mewujudkan kabupaten yang ber-IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai, Asri, Harmonis) dan SEHAT untuk dihuni dan sebagai tempat berkarya bagi warganya dengan lebih berkualitas dan produktif.
Bersama kita menuju Bulungan Sehat 2010.
V i s i
“Terwujudnya Kabupaten Bulungan sebagai Kabupaten Sehat di Tahun 2010”
M i s i
1. Mendorong dan mengajak masyarakat berperanserta secara aktif, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Bulungan Sehat.
2. Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan demi terciptanya masyarakat yang mandiri, sehat, adil dan makmur serta berakhlak mulia.
Strategi
1. Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi dan bertahap dimulai dari yang spesifik, sederhana, terjangkau serta dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.
2. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Forum Komunikasi desa/kelurahan sehat, Kelompok Kerja Desa Sehat / Lembaga pemberdayaan masyarakat tingkat kecamatan dan desa/kelurahan
3. Menggali potensi wilayah/kawasan dan menggalang kemitraan dengan lembaga terkait
4. Memasyaratkan pembangunan yang berwawasan kesehatan dalam mewujudkan kabupaten sehat.
5. Meningkatkan promosi untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan tetap menjaga lingkungan baik fisik, sosial dan budaya.
2. RIWAYAT BERIDIRINYA FORKAHAT BULUNGAN
Berawal dari keinginan yang kuat mewujudkan masyarakat Kabupaten Bulungan yang sejahtera dalam berbagai bidang, melalui jargon Tanjung Selor sebagai Kota Idaman ( Indah, Damai, Aman dan Nyaman ) yang sesungguhnya baik dalam wujud fisik/materiil maupun non fisik/inmateriil tahun 1991 pada masa kepemimpinan Bupati Yusuf Dale, dengan gerakan pertama adalah menciptakan Kabupaten Bulungan, khususnya Tanjung Selor menjadi kota yang bersih, indah, hijau, rapi untuk menciptakan masyarakat Bulungan yang sehat lahir batin, melalui penyediaan berbagai sarana prasarana oleh pemerintah maupun pemberdayan masyarakat secara swadaya.
Gerakan ini kemudian membuahkan hasil yang sangat spektakuler dan menakjubkan dengan diraihnya penghargaan dari Prsiden RI berupa PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada tahun 1995 sebagai lambang keberhasilan pembangunan yang sekaligus merubah citra Bulungan kala itu sebagai daerah yang masih tertinggal. Gerakan tersebut terus berlangsung, sehingga pada tahun yang sama kembali mendapat penghargaan berupa Sertifikat Adi Pura untuk kategori Kota Kecil.
Untuk mempertajam gerakan menciptakan Kabupaten yang benar – benar sehat, pada tahun 1996 jargon Kota Idaman diubah menjadi Kota Ibadah, yang memiliki filosofi sebagai wilayah yang sejahtera layaknya orang yang rajin melaksanakan ibadah yakni menjadi bersih hatinya/batinnya, bersih fisik/lingkungannya, melalui kegiatan nyata seperti penataan bantaran sungai yang bebas pemukiman dengan penyediaan MCK umum, membiasakan hidup bersih dan penyediaan fasilitas kesehatan, menciptakan dan memulihkan hutan kota bunda hayati, yang dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan elemen masyarakat. Kegiatan ini terus berlanjut dengan melibatkan masyarakat lebih luas melalui pembentukan Forum Kabupaten Sehat ( FORKAHAT) pada tahun 2006 dengan SK Bupati Nomor 367 Tahun 2006 tentang Tim Pembina Kabupaten Bulungan Sehat dan Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Bulungan, yang intinya untuk lebih memasyarakatkan gerakan hidup sehat yang lebih komplek dengan melibatkan berbagai sector kehidupan dan kegiatan – kegiatan yang lebih banyak memberdayakan masyarakat disemua lapisan dengan embrionya terbentuknya Desa Sehat di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2008, Forum ini melakukan musyawarah kembali untuk penyegaran pengurus dan mempertajam program – program yang rialistis serta lebih banyak memberikan peran masyarakat lebih besar dalam berinisiatif, melalaui SK Bupati Nomor 677 Tahun 2008 tentang Reorganisasi FORKAHAT. Hasil musyawarah tersebut melahirkan 5 pilihan Tatanan/Kawasan dari 9 tatanan, antara lain :
1. Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
2. Kawasan pertambangan Sehat
3. Ketahanan pangan dan Gizi
4. Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri
5. Kehidupan Sosial Yang Sehat
Untuk mengimplementasikan program tersebut, Forkahat mensinergikan dengan Visi Misi Kabupaten Bulungan yaitu bersama – sama dengan Dinas/Instansi, LSM, organisasi wanita, Masyarakat melakukan sosialisasi dan kegiatan aksi bersama seperti penciptaan PHBS, larangan Bab di sungai, larangan merokok di tempat public, menciptakan sekolah sehat, penghijauan kota, olah raga bersama, pemberdayaan ekonomi melalui pertanian dan kebun buah, penciptaan rumah sehat, pemberantarasan buta akasara, dan kegiatan lainnya.
Dengan keterlibatan stakeholder untuk menciptakan Kabupaten Sehat tersebut, Alhamdulillah sampai tahun 2009 ini, Kabupaten Bulungan telah mendapat berbagai penghargaan dari Presiden di antaranya 3 kali berturut-turut mendapat penghargaan bidang pertanian, Desa Siaga 100 %, pemberantasan buta aksara 3 kali.
3. KEGIATAN UNGGULAN
a. Tatanan 1 :
Terdapat Kawasan Pemukiman Sehat sebagai kawasan percotohan yang terletak di Jl.Cendrawasih Kecamatan Tanjung Selor. Di kawasan tersebut terdapat pemukiman sehat yang didukung oleh pengelolaan sampah dengan pemisahan sampah basah dan kering serta composting; sumber air bersih dari PDAM; sarana Olah Raga berupa Lapangan Bola dan Lapangan Tenis Indoor; tempat Rekreasi berupa Taman Cendrawasih; Rumah Sakit Umum Daerah; serta Sekolah SD dan SMP. Bantaran sungai Kayan di tepi kota Tanjung Selor dilakukan penataan fisik dengan penurapan serta pembuatan taman tepi sungai dengan proyek Kayan River Side Park untuk menahan erosi sungai dan mempercantik tepian kota Tanjung Selor. FKD (Forum Komunikasi Desa) bersama PPDM (Program Pemberdayaan Masyarakat Desa) disetiap kecamatan besar perannya dalam membangun sarana umum, fasilitas olah raga dan kesehatan seperti posyandu.
b. Tatanan 2 :
Pertanian di Kabupaten Bulungan terbukti berhasil meningkatkan produksi beras diatas 5% berturut-turut selama 3 tahun sehingga mendapatkan penghargaan dari Presiden RI H.Susilo Bambang Yudhoyono. Kecamatan yang menjadi unggulan adalah Tanjung Palas Utara tepatnya di Desa Panca Agung, disana bukan hanya pengolahan sawah saja namun didukung pula pengelolaan mata air pegunungan untuk sarana irigasi pengairan sawah yang berasal dari air Gunung. Para petani tersebut terkumpul dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Air tersebut juga dimafaatkan oleh warga sebagai sumber air bersih, dibentuk pula Pokmair (Kelompok Pemakai Air).
c. Tatanan 3 :
Pada Agustus 2008, Kabupaten Bulungan dinyatakan 100% Desanya Siaga, sehingga mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dr.Hj.Fadhilah Supari, Sp.JP. Desa siaga ini adalah bentuk kewaspadaan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri, ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Tiap Desa memiliki Poskesdes sebagai pusat pelayanan kesehatan di desa yang dilayani oleh seorang bidan atau tenaga kesehatan. Selain Poskesdes, masyarakat juga berperan aktif dalam Posyandu Balita dan Lansia. Dengan adanya dua pondasi tersebut digalakkanlah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
d. Tatanan 4 :
Kabupaten Bulungan membentang luas secara geografis dan secara demografis masyarakatnya majemuk tersebar sampai pelosok dan hulu, mereka hidup terpencil dalam komunitas adatnya. Forkahat melalui Dinas Soaial tidak tinggal diam, dibangunlah Pemukiman layak huni bagi Masyarakat Komunitas Adat Terpencil di beberapa daerah, seperti Desa Long Yin, Merukau Desa Long Sam, dan Sungai Urang yang totalnya 109 unit. Lanjut Usia, siswa tidak mampu, penderita cacat dan anak terlantar juga medapatkan perhatian dengan diberikannya bantuan.
e. Tatanan 5 :
Pertambangan yang dikelola PT.Lamindo Inter Multikom di Pulau Bunyu menjadi unggulan Pertambangan di Kabupaten Bulungan. Dikembangkan Pertambangan yang sehat yang memperhatikan dampak pertambangan pada warga dan lingkungan sekitarnya melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility), reklamasi area bekas pertambangan, keselamatan dan kesehatan para pekerjanya dengan “Safety First” serta pengembangan perekonomian kemasyarakatan.
Langganan:
Postingan (Atom)








